Pemetaan Bahasa Daerah di Kabupaten Maros

Tinjauan Sosiolinguistik

Penulis

  • Irwan Fadli Universitas Muslim Maros
  • Fitrahwahyudi Fitrahwahyudi Universitas Muslim Maros

Kata Kunci:

Pemetaan Bahasa, Bahasa Daerah, Kabupaten Maros

Abstrak

Kabupaten Maros dianggap sebagai satu-satunya tempat bercampurnya dua kebudayaan sekaligus bahasa sebagai produk budaya terbesar di Sulawesi Selatan, yakni budaya dari suku Bugis dan suku Makassar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penggunaan bahasa daerah di Kabupaten Maros dan pemetaan bahasa daerah di Kabupaten Maros. Penelitian ini merupakan penelitian survei lapangan. Penelitian ini dibagi menjadi empat tahapan, yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap pelaporan.Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner sebanyak sepuluh di setiap Kecamatan. Analisis data dilakukan dengan menghitung dominasi dan pemetaan bahasa daerah tertetu perkecamatan. Data yang telah dipetakan masing-masing kecamatan, selanjuntnya dihimpun untuk mengetahui jumlah dan perentasi penggunaan bahasa daerah masing-masing kecamatan di kabupaten Maros. Diperoleh gambaran bahwa jumlah penutur bahasa Makassar (BM) lebih besar dibandingkan dengan jumlah penutur  bahasa Bugis (BB). Selain itu,ditemukan pula penutur yang menggunakan kedua bahasa dalam lingkungannya. Penutur bahasa Makassar sebanyak 65 orang dari 140 orang yang ditetapkan sampel dengan persentase 46,4%. Penutur bahasa daerah Bugis  (BB) sebanyak 62 orang penutur atau 44,3%, dan penutur yang menggunakan kedua bahasa daerah sebanyak 13 orang informan dengan persentase 9,28%.

 

Referensi

Bitar. 2017. Suku Bugis : Sejarah, Adat Istiadat, Kebudayaan, Kesenian, Rumah Adat, dan Bahasa Beserta Pakaian Adatnya Lengkap. (online). http://www.gurupendidikan.co.id/suku-bugis-sejarah-adat-istiadat-kebudayaan-kesenian-rumah-adat-dan-bahasa-beserta-pakaian-adatnya-lengkap/# (diakses pada tanggal 3 Agustus, pukul 00:08).

Chaer, Abdul. dkk.. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Dewi.F.R, 2010, Geografi Dialek Bahasa Madura di Daerah Pesisir Probolinggo. Porbolinggo: Jurnal Artikulasi Vol.9 No.1 Februari 2010.

Kisparry. 2018. Nama-nama 734 Bahasa Daerah di Indonesia Tahun 2018 Awal. (online). https://kissparry.com/2018/02/03/nama-nama-734-bahasa-daerah-di-indonesia-tahun-2018-awal/ (diakses pada 2 Agustus 2018, pukul 23.12).

Latif.M.N. 2013. Bahasa-Bahasa Austronesia di Sulawesi Selatan Potret Bahasa Makassar Purba. Makassar: Jurnal repository UNHAS.

Nababan. 2007. Sosiolinguistik: suatu pengantar. Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya.

Novlein Theodora 2013. Studi Tentang Ragam Bahasa Gaul di Media Elektronika Radio pada Penyiar Memora-FM. (Jurnal) Manado journal “Acta Diurna” Vol. II No. I. Th 2013.

Santoso, Anang. dkk. 2017. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Sudana, I Wayan. 2010. Telaah Maksud dan Makna Ragam Bahasa Gaul dalam Komunikasi Remaja.

Sumarsono. 2014. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Tarigan, H.G. 2009. Pengajaran Kompetensi Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.

Diterbitkan

2019-12-14

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Fadli, I., & Fitrahwahyudi, F. (2019). Pemetaan Bahasa Daerah di Kabupaten Maros: Tinjauan Sosiolinguistik. Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(2), 43-51. https://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/276

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama