Penggunaan Media Interaktif Physics Education Technology (PhET) dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran Matematika

Penulis

  • Malida Ana Latias Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Yuyu Yuhana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Firdaus Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.46918/equals.v9i1.3400

Kata Kunci:

Critical Thinking Skills, Mathematics Learning, Physics Education Technology (PhET), Primary Education

Abstrak

Kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah, terutama pada materi yang bersifat abstrak seperti pecahan senilai. Kondisi ini dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media interaktif Physics Education Technology (PhET) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran matematika materi pecahan senilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 55 peserta didik kelas V yang terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, independent sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,497 dan kelas kontrol sebesar 0,452 yang keduanya termasuk dalam kategori sedang. Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif PhET belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Meskipun demikian, media PhET berpotensi mendukung pembelajaran matematika yang lebih interaktif, membantu visualisasi konsep-konsep abstrak, serta meningkatkan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Amalia, N. F., Aini, L. N., & Makmun, S. (2020). Analisis tingkat kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar ditinjau dari tingkat kemampuan matematika. Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS, 8(1), 97–107.

Anggraini, D. (2025). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal peluang. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(6), 1617–1625.

Ariestiara, A. R., Marliana, N. L., & Eriyani, R. N. (2025). Analisis efektivitas model pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran abad ke-21: Systematic literature review. Prosiding International Conference on Innovation, Reflection, and Creativity in Arts, Literature, and Language Education (I-CIRCALLED), 409–420.

Barus, N. J., & Mustika, D. (2024). Pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif terhadap prestasi belajar siswa kelas IV sekolah dasar. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(4), 245–255.

Dwiprabowo, R. (2024). Berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Publica Indonesia Utama.

Hana, A., & Perdana, P. I. (2024). Pengaruh Phet Terhadap Berpikir Kritis Materi Matematika Kelas IV SDN Banyuajuh 3. ALENA: Journal of Elementary Education, 2(2), 190-199.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah. Kemendikbud.

Ningsih, D. A., & Vitoria, L. (2025). Pengaruh media PhET interactive simulation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bilangan cacah kelas IV di SDN 1 Lambheu Aceh Besar. Siwah: Multidisciplinary Scientific Journal, 1(2), 93–105.

Norlaila, N., Ansori, H., & Juhairiah, J. (2024). Pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif PhET simulation terhadap hasil belajar siswa pada materi pecahan. JURMADIKTA, 4(2), 54–66. https://doi.org/10.20527/jurmadikta.v4i2.2770

Nurullita, T., Kintoko, K., Aviory, K., Susetyowati, M. E., & Sunanti, T. (2025). Pengaruh pendekatan open ended terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 6(1), 384–393.

Sartimah, S. (2025). Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 19108–19115.

Sihotang, K. (2019). Berpikir kritis: Kecakapan hidup di era digital. PT Kanisius.

Sugiyono. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sylviani, S., Permana, F. C., & Utomo, R. G. (2020). PhET simulation sebagai alat bantu siswa sekolah dasar dalam proses belajar mengajar mata pelajaran matematika. Edsence: Jurnal Pendidikan Multimedia, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.17509/edsence.v2i1.25184

Diterbitkan

2026-06-02

Cara Mengutip

Latias, M. A., Yuhana, Y., & Firdaus. (2026). Penggunaan Media Interaktif Physics Education Technology (PhET) dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran Matematika. EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 9(1), 89-98. https://doi.org/10.46918/equals.v9i1.3400