STRATEGI KONSERVASI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG BERDASARKAN ANCAMAN DAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Authors

  • Warda Murti Universitas Muslim Maros
  • Saparuddin Universitas Negeri Makassar
  • Muh. Anas Universitas Patompo

DOI:

https://doi.org/10.46918/binomial.v9i2.3710

Keywords:

Keanekaragaman Hayati, Konservasi, Pengelolaan Kawasan, Strategi Konservasi, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Abstract

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga memerlukan strategi konservasi yang mampu menjawab berbagai ancaman terhadap keberlanjutan ekosistem dan spesies yang dilindungi. Penelitian ini bertujuan menganalisis ancaman, kebijakan, dan pelaksanaan konservasi serta merumuskan strategi pengelolaan jangka panjang di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Penelitian dilaksanakan di Hutan Karaenta melalui wawancara semi terstruktur terhadap tiga orang petugas taman nasional, kajian literatur terhadap kebijakan internasional, peraturan nasional, dokumen pengelolaan, dan hasil penelitian terkait konservasi keanekaragaman hayati. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui identifikasi tema, pemetaan hubungan antara ancaman dan pengelolaan, serta sintesis kebijakan untuk merumuskan strategi konservasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan konservasi memerlukan pendekatan yang terintegrasi melalui penguatan perlindungan habitat, pemantauan populasi, pengendalian aktivitas manusia yang berpotensi mengganggu satwa, peningkatan edukasi konservasi, pemulihan habitat, serta penguatan kolaborasi antara pengelola kawasan, lembaga konservasi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Strategi jangka panjang perlu diarahkan pada pengelolaan berbasis data, penguatan kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan. Hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan pengelolaan konservasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

References

Albani, A., Cutini, M., Germani, L., Riley, E. P., Ngakan, P. O., & Carosi, M. (2020). Activity budget, home range, and habitat use of moor macaques (Macaca maura) in the karst forest of South Sulawesi, Indonesia. Primates, 61(5), 673–684. https://doi.org/10.1007/s10329-020-00811-8

Albani, A., Ngakan, P. O., Germani, L., & Carosi, M. (2015). Ecology and habitat use of the endangered primate Macaca maura (H. R. Schinz, 1825), endemic to the karst forests of Sulawesi Island, Indonesia. Folia Primatologica, 86(4), 235. https://doi.org/10.1159/000435825

Bappenas. (2024, August 8). New strategic action plan to serve as guide for conserving Indonesian biodiversity. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Beltrán Francés, V., Spaan, D., Amici, F., Maulany, R. I., Ngakan, P. O., & Majolo, B. (2022). Effect of anthropogenic activities on the population of moor macaques (Macaca maura) in South Sulawesi, Indonesia. International Journal of Primatology, 43, 339–359. https://doi.org/10.1007/s10764-022-00279-x

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Carter, N., Bryant-Lukosius, D., DiCenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The use of triangulation in qualitative research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545–547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547

Convention on Biological Diversity. (1992). Convention on Biological Diversity. United Nations. https://www.cbd.int/convention/text/

Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. (n.d.). CITES appendices. https://cites.org/eng/app/appendices.php

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

International Union for Conservation of Nature. (n.d.). Macaca maura. The IUCN Red List of Threatened Species. https://www.iucnredlist.org/

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2018). Stop memberi makan monyet di Karaenta. Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2024). Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045. Bappenas.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Murti, W., Rohman, F., Saptasari, M., & Ibrohim, I. (2025). Vital but vulnerable: The population structure of Macaca maura in Bantimurung Bulusaraung National Park, South Sulawesi. HAYATI Journal of Biosciences, 33(2), 416–426. https://doi.org/10.4308/hjb.33.2.416-426

Okamoto, K., & Matsumura, S. (2001). Group fission in moor macaques (Macaca maurus). International Journal of Primatology, 22, 481–493. https://doi.org/10.1023/A:1010711813637

Okamoto, K., Matsumura, S., & Watanabe, K. (2000). Life history and demography of wild moor macaques (Macaca maurus): Summary of ten years of observations. American Journal of Primatology, 52(1), 1–11. https://doi.org/10.1002/1098-2345(200009)

Riley, E. P., Albani, A., Zak, A. A., Germani, L., Rothman, J. M., Carosi, M., & Ngakan, P. O. (2023). The potential conservation value of anthropogenically modified habitat for the endangered moor macaque Macaca maura in Sulawesi, Indonesia. Oryx, 57(5), 600–610. https://doi.org/10.1017/S003060532200151X

Wilson, D. E., & Reeder, D. M. (Eds.). (2005). Mammal species of the world: A taxonomic and geographic reference (3rd ed., Vol. 1). Johns Hopkins University Press.

Published

2026-09-27

How to Cite

STRATEGI KONSERVASI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG BERDASARKAN ANCAMAN DAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEANEKARAGAMAN HAYATI. (2026). Jurnal Binomial, 9(2), 262-277. https://doi.org/10.46918/binomial.v9i2.3710