Pappasang Sebagai Media Edukatif Pencegahan Pergaulan Bebas Bagi Anak-Anak Berbasis Ajaran Islam

  • Yusuf Yusuf Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin
  • Firman Saleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin
  • Rudy Yusuf Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin
  • Haeruddin Haeruddin Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin
  • Fitrahwahyudi Fitrahwahyudi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muslim Maros
Keywords: Islam, Pappasang, Pergaulan Bebas, Suku Makassar

Abstract

Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Dampak yang ditimbulkan dari pergaulan bebas sangatlah krusial, mulai dari pembegalan liar, seks bebas, penggunaan obat-obatan terlarang dan lainnya. Pendidikan moral secara spiritual dalam hal ini sangat diperlukan untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya adalah pappasang yang berisi pesan-pesan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Islam terkait dengan pergaulan bebas dan untuk mengkaji pappasang berbasis ajaran Islam sebagai media edukatif pencegahan pergaulan bebas bagi anak-anak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan studi literatur. Kemudian, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif model Miles dan Hubermen, yaitu reduksi data, data display/penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi adab dalam bergaul, pola-pola pergaulan bahkan dampak yang ditimbulkan telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Islam memandang pergaulan bebas sebagai suatu perbuatan keji dan mungkar sehingga harus dihindari. Lalu, pappasang yang berisi pesan-pesan moral mengandung sistem pencegahan pergaulan bebas, anjuran mengerjakan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya, serta anjuran berbuat baik terhadap sesama. Tidak hanya itu, dalam pappasang masyarakat suku Makassar terdapat juga pesan-pesan yang langsung berlandaskan Al-Qur’an, seperti anjuran untuk selalu membaca ta’awudz sebagai benteng pertahanan diri dari berbagai gangguan makhluk halus. Dengan demikian, pappasang memiliki korelasi dengan ajaran Islam dan patut untuk dijadikan media pendidikan moral bagi anak-anak, khususnya dalam hal pencegahan pergaulan bebas.

References

Aqil, D. I., Nararya, D., Utami, Y., & Herawati. (2021). Pentingnya Semangat Kebangkitan Kearifan Lokal di Era Pendidikan 4.0. In E. Wiyono & A. Yulita (Eds.), Kearifan Lokal di Tengah Modernitas. Perpusnas Press.

Hasriani, H., Sartika, E., & Ratnawati, R. (2021). Nilai Sosial Budaya Berbasis Karakter Dalam Pappasang Turiolo Makassar: Kajian Sosiologi Sastra. INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 115–121. https://doi.org/10.26858/indonesia.v1i2.18867.

Jaya, S. A. F. (2019). Al-Qur’an Dan Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam. Jurnal Indo-Islamika, 9(2), 204–216. https://doi.org/10.15408/idi.v9i2.17542

Karlina, L. (2020). Fenomena Terjadinya Kenakalan Remaja. Edukasi Nonformal, 1(2), 1–12. https://ummaspul.e-journal.id/JENFOL/article/view/434

Khodijah, S. N., Luthan, A. F. R., Maulana, A. Y., Hidayat, A. W., Febrinia, I., & Nugroho, R. M. (2019). Penelitian Perilaku Seksual Remaja SMPN 3 Arjasa : Hubungan antara Motivasi untuk Menghindari Hubungan Seks Pranikah dengan Religiusitas, Self-Esteem, dan Pola Asuh. Jurnal KSM Eka Prasetya Universitas Indonesia, 1(7), 1–13. https://ksm.ui.ac.id/wp-content/uploads/2019/10/Penelitian-Perilaku-Seksual-Remaja-SMPN-3-Arjasa-Hubungan-antara-Motivasi-untuk-Menghindari-Hubungan-Seks-Pranikah-den.pdf.

Marito, S. (2019). Kisah Kaum Nabi Luth dalam Al-Qur’an dan Relevansinya terhadap Perilaku Penyimpangan Seksual. Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi, 5(2), 201–223. https://doi.org/https://doi.org/10.24952/yurisprudentia.v5i2.2130

Mohamad, R., Intan, Y., Situmorang, R., & Rifanto, D. (2021). Menyemai Character Building Melalui Penguatan Literasi Sejak Dini: Sharing Personal Experience “Junior Writerpreneur” ala Anak Magetan. In E. Wiyono (Ed.), Kearifan Lokal untuk Memperkuat Literasi. Perpusnas Press.

Panggabean, H., Tjitra, H., & Murniati, J. (2014). Kearifan Lokal Keunggulan Global: Cakrawala Baru di Era Globalisasi. Elex Media Komputindo.

Puteri, S. K. S., & Herman, A. K. (2021). Hubungan Seksual Pranikah pada Anak Jalanan di Kota Makassar (Pre-Married Sexual Relationships with Street Child in Makassar City). Jurnal Ilmiah Keperawatan, 7(2), 239–247. https://doi.org/https://doi.org/10.33023/jikep.v7i2.783

Saputra, D. G. (2017). Pemahaman Nilai-Nilai Pappasang dalam Meningkatkan Karakter Bangsa yang Berkearifan Lokal. Jurnal Resinologi KPM UNJ, 2(1), 46–55.

Sukri, M. A. (2021). Serba-serbi Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 dan Seks Bebas di Lingkungan Kampus. Kumparan.Com. https://kumparan.com/fajri-sukri/serba-serbi-permendikbud-nomor-30-tahun-2021-dan-seks-bebas-di-lingkungan-kampus-1wwPWeCzrfN

Syamsibar, H. (2021). Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Kajian Pappasang Tu Riolo dalam Kehidupan Sehari-hari. Jurnal Sipatokkong, 2(1), 1–10.

Tari, E., & Tafonao, T. (2019). Tinjauan Teologis-Sosiologis terhadap Pergaulan Bebas Remaja. Dunamis: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 3(2), 199–211.

Wotu, J. (2021). Tinjauan Yuridis Sosiologis Tindak Pidana Begal di Kota Makassar (Studi Kasus Wilayah Kerja Polsek Rappocini Kota Makassar). Universitas Muhammadiyah Makassar.

Yusuf, M. (2014a). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan (ke-4). Kencana.

Yusuf, M. (2014b). Metode Penelitian Kualitatif. Pustaka Raya

Published
2022-06-29
How to Cite
Yusuf, Y., Saleh, F., Yusuf, R., Haeruddin, H., & Fitrahwahyudi, F. (2022). Pappasang Sebagai Media Edukatif Pencegahan Pergaulan Bebas Bagi Anak-Anak Berbasis Ajaran Islam. Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(1), 43-54. https://doi.org/10.46918/idiomatik.v5i1.1415