Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik <p>Jurnal Idiomatik adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros. Diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Redaksi menerima naskah berupa hasil pemikiran, studi pustaka atau penelitian yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan dan ilmu bahasa dan belum pernah diterbitkan dalam jurnal lain.</p> en-US idiomatik@umma.ac.id (Ita Suryaningsih) idiomatik@umma.ac.id (Editorial Jurnal Idiomatik) Thu, 30 Jun 2022 00:00:00 +0700 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 2-3 Tahun Di Desa Mattirotasi Kabupaten Maros http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/1411 <p>Penelitian ini mendeskripsikan pemerolehan bahasa pada anak usia 2-3 tahun di desa Mattirotasi kabupaten Maros. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yakni penelitian yang bertujuan untuk memahami (to understand) fenomena atau gejala sosial dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji daripada memerincinya menjadi variabel-variabel yang saling terkait. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode rekaman, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah pemerolehan bahasa pada anak usia dini meliputi kata dan kelompok kata yang sesuai dengan makna dan fungsi bahasa dalam kehidupan sehari-harinya ketika berbicara dengan orang tua, saudara, teman-teman sepermainannya yang tinggal di sekitar tempat tinggal anak. Dan memperlihatkan bahwa dalam perkembangan bahasa anak bisa berbeda-beda pada setiap individunya, bisa berkembang cepat dan bisa juga berkembang dengan lamban, tergantung pada tingkat atau jenjang usianya, kemampuan orang tuanya dan lingkungan yang aktif untuk mengembangkannya.</p> Asriani Asriani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/1411 Wed, 22 Jun 2022 00:00:00 +0700 Tindak Tutur Asertif Pencemaran Nama Baik Di Sosial Media http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/1412 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk tindak tutur asertif pencemaran nama baik di Sosial Media. Hasil penelitian juga menemukan bentuk tindak tutur yang terdapat dalam tuturan di media sosial facebook dan twitter yang mengandung pencemaran nama baik bentuk asertif yang terdiri dari; menyatakan, pada data tuturan 1 penutur menyatakan bahwa: Asu asunna fammarentaee aro demo, malihaseng manenngi sappa kabuttu (Anjing-anjingnya pemerintah yang demo, sedang kelaparan mencari tulang). Maksud dari tuturan tersebut, penutur menyatakan bahwa Aliansi Pemuda Pembela NKRI Demo Tolak HRS merupakan anjing-anjingnya pemerintah yang sedang kelaparan mencari tulang. Pada data tuturan. Menyindir, data tuturan 2 digunakan penutur untuk menyindir objek tutur (Ustad Lutfhi Bin Yahya) dengan menggunakan kalimat “tambah cantik pake jilbab. Sindiran tersebut dituturkan penutur dengan mengomentari foto objek tutur dengan mengatakan hal yang bertentangan dengan menggunakan kata cantik dan jilbab yang seharusnya ditujukan kepada wanita.</p> Fatahuddin Fatahuddin, Ery Iswary, Firman Saleh ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/1412 Wed, 22 Jun 2022 00:00:00 +0700 Komposisi Linguistik dalam Kisah Malleleang Raunna La Oro Kelling pada Epos La Galigo http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/1413 <p>Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis corak komposisi Data dan cerita dalam setiap penyampaian cerita Malleleang Raunna La Oro Kelling di tengah khalayak Masyarakat Bugis di Kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Pustaka, Wawancara, dan Pengamatan. Dalam pengelolaan data, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini menggambarkan langsung masalah penelitian tentang komposisi dalam konteks Spesifik Penyampaian La Galigo. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat dua bentuk komposisi bahasa dalam naskah La Galigo Episode Malleleang Raunna La Worokelling, yakni bentuk majemuk yang unsur pertamanya menjadi pusat atau diterangkan oleh unsur penjelas atau menerangkan dan bentuk majemuk yang unsur-unsurnya tidak saling menerangkan, tetapi hanya berupa rangkaian yang sejajar atau kopulatif. Makna komposisi bahasa dalam naskah tidak bergantung dengan makna unsur yang membentuknya. Hal itu dikarenakan komposisi itu membentuk makna baru yang tidak sama dengan makna aslinya. Bentuk yang timbul dari proses komposisi bahasa Bugis dalam naskah La Galigo Episode Malleleang Raunna La Worokelling di Kabupaten Wajo ada lima, yaitu komposisi membentuk benda, komposisi membentuk kerja, komposisi membentuk sifat, komposisi membentuk keterangan, dan komposisi membentuk persona.</p> Nur Kamila Saleh, Firman Saleh, Rudy Yusuf, Andi Agussalim, Ibrahim Ibrahim ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/1413 Sun, 26 Jun 2022 00:00:00 +0700 Interferensi Morfologi Bahasa Bugis Terhadap Bahasa Indonesia Pada Peristiwa Tutur Di Pasar Tradisional Rakyat Tobonggae Kecamatan Camba Kabupaten Maros http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/1414 <p>Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bentuk interferensi morfologi bahasa Bugis pada peristiwa tutur di pasar tradisional rakyat Tobonggae kecamatan Camba kabupaten Maros. Subjek penelitian ini adalah percakapan yang dilakukan penutur dan mitra tutur di pasar tradisional rakyat Tobonggae, kecamatan Camba, kabupaten Maros. Fokus penelitian ialah bentuk interferensi morfologi bahasa Bugis pada peristiwa tutur di pasar tradisional rakyat Tobonggae, kecamatan Camba, kabupaten Maros. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara mendeskripsikan data. Teknik pengumpulan data ada dua yaitu perekaman dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan ada empat yaitu, 1) tahap pengumpulan data, 2) tahap reduksi data, 3) tahap penyajian data, dan 4) tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi morfologi bahasa Bugis pada peristiwa tutur di pasar tradisional rakyat Tobonggae, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros sebagai berikut: 1) Interferensi morfologi penggunaan kata dasar sebanyak lima belas data. 2) Interferensi morfologi bahasa Bugis terjadi pada bentuk afiks yaitu, a) kategori prefiks ma- sebanyak tiga data, prefiks pasebanyak lima data, prefiks taK- sebanyak 2 data, b) kategori sufiks –ngi sebanyak dua data, sufiks –nga sebanyak satu data, dan c) Kategori konfiks di-nga sebanyak satu data. 3) Interferensi morfologi bidang pemajemukan kata sebanyak empat data. 4) Klitika kategori&nbsp; proklitika sebanyak tiga data serta bentuk enklitika sebanyak tiga puluh empat data.</p> Syamsinar Syamsinar, Aryanti Aryanti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/1414 Mon, 27 Jun 2022 00:00:00 +0700 Pappasang Sebagai Media Edukatif Pencegahan Pergaulan Bebas Bagi Anak-Anak Berbasis Ajaran Islam http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/1415 <p>Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Dampak yang ditimbulkan dari pergaulan bebas sangatlah krusial, mulai dari pembegalan liar, seks bebas, penggunaan obat-obatan terlarang dan lainnya. Pendidikan moral secara spiritual dalam hal ini sangat diperlukan untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya adalah pappasang yang berisi pesan-pesan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Islam terkait dengan pergaulan bebas dan untuk mengkaji pappasang berbasis ajaran Islam sebagai media edukatif pencegahan pergaulan bebas bagi anak-anak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan studi literatur. Kemudian, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif model Miles dan Hubermen, yaitu reduksi data, data display/penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi adab dalam bergaul, pola-pola pergaulan bahkan dampak yang ditimbulkan telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Islam memandang pergaulan bebas sebagai suatu perbuatan keji dan mungkar sehingga harus dihindari. Lalu, pappasang yang berisi pesan-pesan moral mengandung sistem pencegahan pergaulan bebas, anjuran mengerjakan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya, serta anjuran berbuat baik terhadap sesama. Tidak hanya itu, dalam pappasang masyarakat suku Makassar terdapat juga pesan-pesan yang langsung berlandaskan Al-Qur’an, seperti anjuran untuk selalu membaca ta’awudz sebagai benteng pertahanan diri dari berbagai gangguan makhluk halus. Dengan demikian, pappasang memiliki korelasi dengan ajaran Islam dan patut untuk dijadikan media pendidikan moral bagi anak-anak, khususnya dalam hal pencegahan pergaulan bebas.</p> Yusuf Yusuf, Firman Saleh, Rudy Yusuf, Haeruddin Haeruddin, Fitrahwahyudi Fitrahwahyudi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/1415 Wed, 29 Jun 2022 00:00:00 +0700