http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/issue/feed Jurnal Idiomatik 2020-12-27T12:48:57+07:00 Ita Suryaningsih idiomatik@umma.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Idiomatik adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros. Diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Redaksi menerima naskah berupa hasil pemikiran, studi pustaka atau penelitian yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan dan ilmu bahasa dan belum pernah diterbitkan dalam jurnal lain.</p> http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/775 Analisis Penggunaan Kata Penghubung dalam Karangan Deskripsi Siswa Kelas VII/A MTSN 1 Maros Baru Pendekatan Analisis Kesalahan Berbahasa 2020-12-27T12:45:00+07:00 Irawati Irawati irawatibaharuddin678@gmail.com <p>Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui penggunaan kata penghubung dalam karangan deskripsi siswa kelas VII/A MTSN 1 Maros Baru. Subjek dan fokus penelitian dalam tulisan ini adalah karangan deskripsi siswa kelas VII/A MTSN 1 Maros Baru. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif model miles dan hubermanyang terdiri atas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kata penghubung dalam karangan deskripsi siswa kelas VII/A MTSN 1 Maros Baru belum sepenuhnya tepat karena masih terdapat ketidaktepatan penggunaan kata penghubung sebanyak 33 dari 13 karangan yang terdiri dari 86 kalimat.</p> 2020-12-27T12:37:29+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/675 Maksim Kerja Sama Berbahasa Model Grice dalam Peristiwa Tutur Di Pasar Tramo Kabupaten Maros: Kajian Pragmatik 2020-12-27T12:47:47+07:00 Irwan Fadli irwanfadli@umma.ac.id Kasmawati Kasmawati kasmawati89@umma.ac.id <p>Penutur dan mitra tutur dalam suatu peristiwa tutur tak terlepaskan dari kaidah yang mengatur tindakan penggunaan bahasa&nbsp; agar pertuturan dapat&nbsp; berjalan dengan baik. Salah satu prinsip berbahasa dalam studi pragmatik adalah prinsip kerja sama atau maksim kerja sama Grice yang membagi prinsip-prinsip yang dimaksud yakni, 1)&nbsp; maksim kuantitas (maxim of quantity),&nbsp; 2) maksim kualitas (maxim of quality),&nbsp; 3)&nbsp; maksim relevansi (maxim of relevance), dan&nbsp; 4)&nbsp; maksim pelaksanaan (maxim of manner).&nbsp; Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui&nbsp; penerapan maksim kerja sama berbahasa Grice dalam peristiwa tutur di Pasar Tramo Kabupaten Maros. Populasi penelitian ini dalah seluruh pedagang dan pembeli yang sedang bertransaksi dalam lingkup Pasar Tramo Kabupaten Maros. Sedangkan, penentuan sampel dilakukan dengan teknik&nbsp; random sampling atau penetapan sampel secara acak dengan mengambil sebanyak 10 hingga 15 sampel percakapan dalam transaksi pedagang dan pembeli. Pengumpulan data dilaksakanan dengan teknik sadap atau rekam.&nbsp; Analisis data&nbsp; dilaksanakan dalam&nbsp; tiga&nbsp; tahap&nbsp; yakni,&nbsp; reduksi data, model data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Diperoleh gambaran tiga dari empat maksim kerjasama berbahasa Grice terpenuhi. simpulan ini ditarik dari hasil olah atauanalisis datayang diperoleh selama penelitian berlangsung. Ketiga maksim yang dipenuhi antara lain&nbsp; da; 1) maksim kuantitas (maxim of quantity), 2) maksim kualitas (maxim of quality), dan 3) maksim pelaksanaan (maxim of manner). Sedangkan maksim yang dilanggar adalah maksim relevansi (maxim of relevance). Salah satu alas an maksim relevansi dilanggar leh pedangang bertujuan untuk pengalihan perhatian. Hal ini bertujuan untuk menawarkan atau memperkealkan barang dagangan lain apabila barang yang dibutuhkan pembeli sedang tidak tersedia atau habis.</p> 2020-12-27T12:37:55+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/776 Penggunaan Bahasa Indonesia Anak SD yang Berdialek Jawa di Desa Bonto Tallasa dan Pengaruhnya Pada Ranah Afektif 2020-12-27T12:45:01+07:00 Mastiah Mastiah mastiah59571@gmail.com <p>Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk penggunaan bahasa Indonesia anak SD yang berdialek Jawa di Desa Bonto Tallasa. Serta bagaimana penggunaan dialek tersebut berpengaruh pada ranah afektif. Populasi dalam penelitian adalah semua anak SD di Desa Bonto Tallasa dan pengambilan sampel penelitian menngunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu.&nbsp;</p> <p>Setelah peneliti bertemu dengan responden yang sesuai kriteria, peneliti akan mencatat data diri responden. Selanjutnya akan dilihat penggunaan dialek Jawa responden menggunakan kosakata Swadesh sebagai instrumen yang berwujud kosakata. Setelah mendapatkan data kosakata responden kemudian dilakukan analisis hasil wawancara semi terstruktur. Hasil analisis wawancara semi terstruktur kemudian akan di deskripsikan dibagian pembahasan. Hasil analisis data menunjukan bentuk penggunaan bahasa Indonesia anak SD yang berdialek Jawa di Desa Bonto Tallasa adalah berupa perubahan fonetis dari fon vokal menjadi fon vokal yang lain, perubahan dari fon konsonan menjadi fon konsonan yang lain, penambahan fon vokal dan penambahan fon konsonan, dan penyederhanaan pengucapan kosakata.&nbsp; Pennggunaan dialek Jawa juga berpengaruh pada aspek ranah afektif seperti pada minat, sikap, apresiasi, nilai, emosi, dan prasangka&nbsp; responden pada bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa</p> 2020-12-27T12:39:44+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/777 Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) dan Implikasinya bagi Buku Ajar BIPA 2020-12-27T12:48:57+07:00 Sudaryanto Sudaryanto sudaryanto@pbsi.uad.ac.id Pratomo Widodo sudaryanto@pbsi.uad.ac.id <p>Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) merupakan kerangka umum acuan Eropa untuk bahasa yang meliputi masalah belajar, mengajar, dan penilaian bahasa. Konsep CEFR ini penting diketahui dan dipelajari oleh para pemelajar/siswa dan pembelajar/guru bahasa asing, terutama di dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Desain penelitian ini adalah penelitian analisis konten. Fokus penelitiannya terletak pada implikasi konsep CEFR pada buku ajar BIPA berjudul <em>Sahabatku Indonesia</em> yang terdiri atas enam jilid (Tingkat A1, A2, B1, B2, C1, dan C2) terbitan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep CEFR telah diterapkan dalam buku ajar BIPA <em>Sahabatku Indonesia</em> dengan enam tingkatan, yaitu A-1 <em>Breakthrough</em>: Pemula 1 dan A-2 <em>Waystage</em>: Pemula 2, B-1 <em>Threshold</em>: Madya 1 dan B-2 <em>Vantage</em>: Madya 2, dan C-1 <em>Effective Operational Proficiency</em>: Mahir 1 dan C-2 <em>Mastery</em>: Mahir 2. Kategori A disebut Penutur Tingkat Dasar, kategori B disebut Penutur Tingkat Mandiri, dan kategori C disebut Penutur Tingkat Mahir. Selain itu, materi ajar BIPA yang dikembangkan di dalam buku <em>Sahabatku Indonesia</em> berbasis CEFR menyajikan empat keterampilan berbahasa, tata bahasa, dan budaya Indonesia. Tiap unit buku itu tersajikan materi Membaca, Tata Bahasa, Menyimak, Menulis, Berbicara, dan Catatan Budaya.</p> 2020-12-27T12:41:18+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/778 Pemerolehan Bahasa Anak Usia 4 – 5 Tahun Melalui Smarphone Berbasis Android 2020-12-27T12:45:01+07:00 Hamida Jekawati hhamida082@gmail.com <p>Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemerolehan bahasa anak usia 4 -5 tahun melalui <em>smartphone </em>berbasis <em>android </em>di Paud Mentari<em>. </em>Pengambilan sample dilakukan dengan teknik purposive sampling dan sampel penelitian ini adalah siswa Paud Mentari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik obeservasi, teknik wawancara, teknik simak dan sadap dan teknik dokumentasi. Dari catatan dan rekaman itulah yang akan dijadikan sebagai data untuk bahan penelitian, kemudian data dianalisis dengan tiga tahapan yaitu tahap redusi data, pemaparan data dan penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menemukan 21 kata tidak sempurna diucapkan responden yang diperoleh dari <em>smartphone android</em>, hal ini disebabkan adanya penghilangan huruf, mengganti huruf dan penambahan huruf, contoh kata [yu+tub] terjadi penghilangan konsonan [y] sehingga kata <em>youtube </em>menjadi kata [u+tub]. Walaupun ada beberapa kata yang belum sempurna diucapkan namun kata tersebut dapat dimengerti maksudnya oleh lawan tutur. Selain itu, ada 12 kata yang sudah sempurna diucapkan responden yang diperoleh dari <em>smartphone android, </em>terutama anak berusia 5 tahun, penyebutan hurufnya sudah jelas meskipun kata- katanya menggunakan bahasa inggris, contohnya [don+lot’] yang diucapkan responden secara jelas.</p> 2020-12-27T12:42:35+07:00 ##submission.copyrightStatement##