EVALUASI DOSIS FOTON PADA PASIEN KANKER REKTUM DENGAN TEKNIK 3DCRT DAN IMRT
DOI:
https://doi.org/10.46918/karst.v7i1.2221Kata Kunci:
3DCRT, IMRT, Kanker Rektum, TPSAbstrak
Kanker rektum merupakan salah satu kanker mematikan di Indonesia. Pengobatan kanker rektum sering dilakukan dengan radioterapi. Radioterapi eksternal kanker rektum menggunakan linac yang memiliki beberapa metode penyinaran. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dosis foton melalui nilai Conformity Index (CI) dan Homogeneity Index (HI) serta dosis yang diterima oleh jaringan sehat disekitar jaringan kanker. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui metode yang lebih baik pada radioterapi eksternal. Pembuatan treatment planning menggunakan software TPS Xi-O. Penelitian ini pada metode 3DCRT dihasilkan nilai HI 0,084 ± 0,017 dan nilai CI sebesar 0,98 ± 0,02. Pada metode IMRT dihasilkan nilai HI sebesar 0,099 ± 0,028 dan nilai CI sebesar 0,96 ± 0,03. Berdasarkan analisis HI dan CI didapatkan bahwa metode 3DCRT lebih baik daripada IMRT dalam pengobatan kanker rektum namun tidak signifikan. Sementara itu, pada metode IMRT bowelbag memiliki dosis rata rata lebih rendah dibandingkan dengan metode 3DCRT dan hasilnya signifikan. Pada jaringan bladder dan femoral, metode IMRT lebih baik daripada metode 3DCRT namun tidak signifikan. Pada kanker rektum teknik IMRT lebih baik karena dapat meminimalisir dosis pada OAR.
Referensi
Cahyono, T. (2015). Metode Shapiro Wilk dalam statistik uji normalitas. Banyumas: Yayasan Sanitarian.
Effina, A. (2021). Distribusi dosis radiasi foton pada treatment planning system menggunakan teknik 3DCRT dan IMRT untuk terapi kanker serviks. (Skripsi). Padang: Universitas Andalas.
Güngör, C., Hofmann, B. T., Wolters-Eisfeld, G., & Bockhorn, M. (2014). Pancreatic cancer. British Journal of Pharmacology, 171(4), 849–858. https://doi.org/10.1111/bph.12401
ICRU Report 62: Prescribing, Recording and Reporting Photon Beam Therapy (Supplement to ICRU Report 50). (1999).
ICRU Report 83: Prescribing, Recording and Reporting Photon Beam Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT). (2010).
Novinda, G. (2024). Distribusi dosis foton dengan teknik 3DCRT dan IMRT pada pasien kanker rektum di Rumah Sakit Gading Pluit. Repository Matana University.
Podgorsak, E. B. (2005). Radiation oncology physics: A handbook for teachers and students.
Satiti, I. J. E. (2020). Komparasi treatment planning berkas foton teknik 3 dimensional-conformal radiation dan intensity modulated radiation therapy untuk kanker payudara kiri.
Suharmono, B. H., Anggraini, I. Y., Hilmaniyya, & Astuti, S. D. (2020). Quality assurance (QA) dan quality control (QC) pada instrumen radioterapi pesawat LINAC. Jurnal Biosains Pascasarjana, 22.
Suriani, I., Iffah, M., & Laksmi Faraningrum, R. (2022). Teknik terapi radiasi 3DCRT pada kanker endometrium di Unit Radioterapi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Trisna, I. A., Dewi, K., & Gondhowiardjo, S. A. (2020). Rectal cancer: A mini literature review.
Vanya, G. (2023). Analisis persentase dosis kedalaman dan profil dosis pada berbagai luas lapangan penyinaran menggunakan simulasi Monte Carlo.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karst : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya, adalah Jurnal Akses Terbuka (Open Access Journal). Penulis yang menerbitkan artikelnya dalam jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.






94.jpg)













