Slang pada Media Sosial Twitter Kajian Sosiolinguistik
DOI:
https://doi.org/10.46918/idiomatik.v8i2.3129Keywords:
Sosiolinguistik, Twitter, SlangAbstract
Slang Pada Media Sosial Twitter Kajian Sosiolinguistik (dibimbing oleh Kasmawati dan Irwan Fadli). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk slang dan fungsi slang pada media sosial Twitter. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan rekam. Sumber data penelitian adalah tweet dan komentar dari akun pengguna Twitter. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, conclusion drawing (verification). Berdasarkan hasil analisis ditemukan empat bentuk slang pada media sosial twitter yaitu bentuk singkatan, bentuk yang dipendekkan, bentuk salah ucap yang lucu, bentuk interjeksi. Bentuk slang yang paling banyak digunakan yaitu bentuk salah ucap yang lucu. Selanjutnya ditemukan lima fungsi slang yaitu fungsi emotif, fungsi referensial, fungsi konatif, fungsi fatik, dan fungsi puitik. Fungsi slang yang paling banyak ditemukan yaitu fungsi emotif.
References
Abdurrahman, A. (2011). Sosiolinguistik: Teori, peran, dan fungsinya terhadap kajian bahasa dan sastra. LINGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 3(1).
Anis, P. T. (2017). Kata-kata slang dalam Instagram. Jurnal Elektronik Fakultas Sastra Universitas Sam Ratulangi, 1(2), 1–15.
Apriadi, T. (2013). Literasi media: Cerdas bermedia khalayak media massa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Apriyanti, D. (2023). Variasi bahasa slang di acara talkshow Brownis Trans TV (Skripsi). Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, UIN Fatmawati Sukarno, Bengkulu.
Arikunto, S. (1996). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Bina Aksara.
Aswin, P. (2015). Resitasi idiom itu menyenangkan. Jakarta: Grasindo.
Chaer, A. (2014). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta.
Febrianti, K., Mahsa, M., & Emilda, E. (2022). Perubahan bunyi pada ragam bahasa gaul remaja Desa Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua: Kajian sosiolinguistik. KANDE: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 255–268.
Habibah, F. A. F. (2019). Bahasa slang dalam situasi komedi (SITKOM) The Fresh Prince of Bel-Air. Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(2), 115–130.
Herdiansyah, H. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: Salemba Humanika.
Holmes, J. (2001). An introduction to sociolinguistics. England: Longman.
Jannah, A., Widayati, W., & Kusmiyati, K. (2017). Bentuk dan makna kata makian di Terminal Purabaya Surabaya dalam kajian sosiolinguistik. Jurnal Ilmiah Fonema: Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2).
Kartini, D. W. (2014). Slang remaja Kendari (Tesis). Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Kridalaksana, H. (2009). Kamus linguistik (Edisi ke-4). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kridalaksana, H. (2011). Kamus linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Madcoms. (2010). Facebook, Twitter, dan Plurk dalam satu genggaman. Yogyakarta: Andi.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage. (Terjemahan Tjetjep Rohidi). Jakarta: UI-Press.
Moleong, L. J. (2000). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nabila, H., Iswatiningsih, D., & Wuriyanto, A. B. (2021). Bahasa slang dalam komunikasi grup WhatsApp Partai Nakal Sopan di Kota Lumajang. Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 7(2), 155–162.
Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi (Cet. ke-4). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Ohoiwutun, P. (2007). Sosiolinguistik: Memahami bahasa dalam konteks masyarakat dan budaya. Jakarta: Visipro.
Pateda, M. (1990). Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa.
Pendit, N. S. (2003). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Poerwadarminta, J. W. S. (2007). Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Putri, W. S. R., Nurwati, N., & Budiarti, M. S. (2016). Pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja. Prosiding KS: Riset & PKM, 3(1).
Rafiq, A. (2020). Dampak media sosial terhadap perubahan sosial suatu masyarakat. Global Komunika: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3(1), 18–29.
Setiawan, H. (2019). Bahasa slang di angkringan Kabupaten Ponorogo. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(1), 140.
Suhardi, B. (2009). Pedoman penelitian sosiolinguistik. Jakarta: Pusat Bahasa.
Sumarsono. (2010). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tim Penyusun. (2008). Kamus bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.
Wibowo, W. (2001). Manajemen bahasa. Jakarta: Gramedia.
Wijana, I. D. P. (2010). Bahasa gaul remaja Indonesia. Yogyakarta: Aditya Media Publishing.
Wijana, I. D. P., & Rohmadi, M. (2006). Sosiolinguistik: Kajian teori dan analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahmi B., Aryanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






