Eksistensi Teknik Patchwork dalam Pembelajaran Seni dengan Sumber Ide Kearifan Lokal Batik Besurek Bengkulupada Mahasiswa PGSD
Keywords:
Patchwork, Pembelajaran seni, Batik Besurek, Kearifan lokal, PGSDAbstract
Patchwork merupakan teknik seni kriya yang memanfaatkan potongan kain perca menjadi karya baru dengan nilai estetis dan fungsional. Dalam konteks pendidikan, penerapan teknik patchwork berbasis kearifan lokal berpotensi mendukung pengembangan kreativitas, keterampilan berkarya, serta pemahaman budaya pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik patchwork dalam pembelajaran seni, menganalisis pemanfaatan Batik Besurek Bengkulu sebagai sumber ide kearifan lokal dalam berkarya, serta mengetahui eksistensi teknik patchwork dalam pembelajaran seni pada mahasiswa PGSD. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa PGSD Universitas Bengkulu yang mengikuti mata kuliah Kriya Seni Bengkulu dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis hasil karya dilakukan menggunakan pendekatan kritik seni Feldman yang meliputi deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik patchwork berbasis Batik Besurek Bengkulu dilaksanakan melalui tahapan pemilihan bahan, perancangan pola, pemotongan, penyusunan komposisi, penjahitan, hingga finishing. Pemanfaatan Batik Besurek sebagai sumber ide memberikan identitas budaya lokal pada karya yang dihasilkan serta mendukung pengalaman berkarya mahasiswa dalam mengintegrasikan kreativitas, keterampilan teknis, dan pemahaman budaya. Teknik patchwork berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi alternatif pembelajaran seni yang kontekstual dan relevan bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik sekolah dasar.
