Implementasi Program Anti-Perundungan untuk Mewujudkan Sekolah Humanis
DOI:
https://doi.org/10.46918/lestari.v3i2.3026Kata Kunci:
Anti-Perundungan, Sekolah humanis , Pendidikan KarakterAbstrak
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap anti-perundungan siswa di lingkungan sekolah sebagai upaya mewujudkan budaya sekolah yang humanis. Mitra dalam kegiatan ini adalah SMP Telkom Makassar, yang menghadapi permasalahan berupa masih ditemukannya perilaku perundungan, baik secara verbal maupun nonverbal, di kalangan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 Oktober 2025 dengan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi, simulasi peran, dan refleksi nilai. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan interaktif yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran moral, empati serta sikap saling menghargai antar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dan dampak perundungan, diikuti dengan perubahan sikap menuju perilaku yang lebih empati dan inklusif. Selain itu, muncul komitmen bersama di antara siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan saling menghormati. Kesimpulannya, program ini efektif dalam menumbuhkan empati, tanggung jawab sosial, dan penguatan nilai-nilai humanis di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementasi pendidikan karakter berbasis nilai humanis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan pada jenjang sekolah menengah pertama.
Referensi
Bergin, C., Tsai, C.-L., Prewett, S., Jones, E., Bergin, D. A., & Murphy, B. (2024). Effectiveness of a social-emotional learning program for both teachers and students. AERA Open, 10. https://doi.org/10.1177/23328584241281284
Hikmat, R., Rohman, I., Yosep, I., Hernawaty, T., & Mardhiyah, A. (2024). A scoping review of anti-bullying interventions: Reducing traumatic effect of bullying among adolescents. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 17, 289–304. https://doi.org/10.2147/JMDH.S443841
Kim, E. K., Allen, J. P., & Jimerson, S. R. (2024). Supporting student social emotional learning and development. School Psychology Review, 53(3), 201–207. https://doi.org/10.1080/2372966X.2024.2346443
Kong, Y. (2021). The role of experiential learning on students’ motivation and classroom engagement. Frontiers in Psychology, 12. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.771272
Morris, T. H. (2020). Experiential learning – A systematic review and revision of Kolb’s model. Interactive Learning Environments, 28(8), 1064–1077. https://doi.org/10.1080/10494820.2019.1570279
Organization for Economic Co-operation and Development. (2024). Nurturing social and emotional learning across the globe: Findings from the OECD survey on social and emotional skills 2023. OECD Publishing.
Rahmi, W. (2024). Analytical study of experiential learning: Experiential learning theory in learning activities. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 115–126. https://doi.org/10.62775/edukasia.v5i2.1113
Stephanus, A. (2024, January 1). Kasus perundungan di sekolah meningkat selama 2023. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/kasus-perundungan-di-sekolah-semakin-meningkat-pada-2023
Takizawa, Y., Bambling, M., Matsumoto, Y., Ishimoto, Y., & Edirippulige, S. (2023). Effectiveness of universal school-based social-emotional learning programs in promoting social-emotional skills, attitudes towards self and others, positive social behaviors, and improving emotional and conduct problems among Japanese children: A meta-analytic review. Frontiers in Education, 8. https://doi.org/10.3389/feduc.2023.1228269
UNICEF. (2006). Child friendly schools manual. UNICEF.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Andi Aco Agus, Muhammad Amin, Amir Pada, Amri Rahman, Rahmat Sahabuddin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

