Kualitas Pennisetum Purperium cv. Mott Diberi Pupuk Kandang Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.46918/peternakan.v5i1.1651Keywords:
Kualitas, Pennisetum purpereum cv. Mott, Pupuk KandangAbstract
Faktor penentu dalam pengembangan usaha peternakan khususnya untuk ternak ruminansia adalah ketersediaan hijauan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas rumput Pennisetum purpereum cv. Mott menggunakan dosis pupuk kandang sapi berbeda yang dimulai pada bulan Juni–Agustus 2022. Penanaman rumput dilakukan pada Laboraturium Unit Agrostologi serta uji nilai kandungan nutrisi pada Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri atas 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian dengan pemberian pupuk kandang sapi dosis berbeda hingga 15 ton/Ha tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik Pennisetim purperium cv. mott, tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan serat kasar dan protein kasar
References
Amah, M. P. K., Sudarma, I. M. A., & Hambakodu, M. (2021). Pengaruh Pemberian Pupuk Bokasi Feses Ayam Dengan Level Yang Berbeda Terhadap Produktivitas Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott). Pastura, 11(1), 45–49.
Andis, M. F., Sandiah, N., & Syamsuddin, S. (2021). Produksi Rumput Odot (Pennisetum purpureum Cv. Mott) sebagai Pakan Ternak pada Berbagai Dosis Pupuk Kandang Sapi. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 2(2), 156-159.
Arlingga, B., Syakur, A., & Mas’ud, H. (2014). Pengaruh Persentase Naungan Dan Dosis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Seledri (Apium Graveolens L.). e-J. Agrotekbis, 2(6), 611–619.
Astutik, A. S., Irsyammawati, A., & Ndaru, P. H. (2019). Pengaruh Silase Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) dengan Penambahan Bakteri Lactobacillus plantarum Terhadap Produksi Gas dan Kecernaan Secara In Vitro. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 2(1), 10-18.
Balestrini, R., Chitarra, W., Ghirardo, A., Nardini, A., & Nerva, L. (2022). A stressful life: How plants cope with multiple biotic and abiotic adverse factors. Plant Stress, 5, 100095. DOI:10.1016/j.stress.2022.100095
Daryatmo, J., Mubarokah, W. W., & Budiyanto, B. (2019). Pengaruh Pupuk Urea terhadap Produksi dan Pertumbuhan Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv Mott): The Effect of Urea Fertilizer on Production and Growth of Odot Grass (Pennisetum purpureum cv Mott). Jurnal Ilmu Peternakan Dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science), 9(2), 62-66.
Dumadi, E. H., Abdullah, L., & Sukria, H. (2021). Kualitas Hijauan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) Berbeda Tipe Pertumbuhan: Review Kuantitatif: Jurnal Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan, 19(1), 6-13.
Hardianti, I. S. (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk Nitrogen Terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). [Skripsi]. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Heraini, D., Rohayeti, Y., Setiawan, D., & Patmawati, S. (2022). Pertumbuhan Dan Produktivitas Rumput Gajah Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) Yang Diberi Pupuk Kotoran Puyuh. Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak Dan Tanaman, 10(2), 59-64.
Ifradi, I., Evitayani, E., Fariani, A., Warly, L., Suyitman, S., Yani, S., & Emikasmira, E. (2012). Pengaruh Dosis Pupuk N, P, dan K terhadap Kecernaan Secara In Vitro Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) cv. Taiwan yang di Inokulasi CMA Glomus manihotis pada Lahan Bekas Tambang Batubara. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 14(1), 279-285.
Kaca, I. N., Sutapa, I. G., Suariani, L., Tonga, Y., Yudiastari, N. M., & Suwitari, N. K. E. (2019). Produksi Dan Kualitas Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) Yang Ditanam Dalam Pertanaman Campuran Rumput Dan Legum Pada Pemotongan Pertama. Pastura, 6(2), 78–84.
Keraf, F. K., Nulik, Y., & Mullik, M. L. (2015). Pengaruh Pemupukan Nitrogen dan Umur Tanaman terhadap Produksi dan Kualitas Rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense). Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 17(2), 123-130.
Koten, B. (2013). Tumpangsari legum Arbila (Phaseolus Lunatus L) berinokulum rizobium dengan sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench) dalam upaya meningkatkan produktivitas hijauan pakan ruminansia. Desertasi. Program Pasca Sarjana Fakultas Peternakan Universitas Gajah Madah. Yogyakarta.
Kusuma, M. E. (2013). Pengaruh Pemberian Bokashi Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Dan Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Ilmu Hewani Tropika (Journal Of Tropical Animal Science), 2(2), 40-45.
Lasamadi, R. D., Malalantang, S. S., Rustandi, R., & Anis, S. D. (2013). Pertumbuhan Dan Perkembangan Rumput Gajah Dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott) Yang Diberi Pupuk Organik Hasil Fermentasi EM4. Zootec, 32(5), 158–171.
Lestari, G. P., Hermana, W., & Suci, D. M. (2020). Pemberian Eceng Gondok (Eichhornia crassipes ), Indigofera sp dan Kangkung (Ipomea sp) sebagai Hijauan pada Ransum Kalkun Berbasis Dedak Padi dan Ransum Komersial terhadap Performa dan Kadar Kolesterol Daging: Jurnal Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan, 18(2), 32-37.
Marassing, J. S., Bawole, N., Dompas, F., & Kaunang, W. B. (2013). Produksi Dan Kualitas Rumput Gajah Dwarf (Pennisetum purpureum) cv. Mott Yang Diberi Pupuk Organik Hasil Fermentasi EM4. Zootec, 32(5), 158–171.
Munadi, L. O. M., Pagala, M. A., Zulkarnain, D., & Kasmin, M. O. (2021). Analysis of The Carrying Capacity of Food Crop Follow-up As a Source of Ruminant Animal Feed In Kolaka Regency. Chalaza Journal of Animal Husbandry, 6(1), 12–20.
Ressie, M. L., Mullik, M. L., & Dato, T. D. (2018). Pengaruh Pemupukan dan Interval Penyiraman terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah Odot (Pennisetum purpereum cv Mott). Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 13(2), 182-188.
Sandiah, N., Zulkarnain, D., Pagala, M. A., & Munadi, L. O. M. (2021). Potensi Integrasi Ternak Ruminansia Dan Tanaman Pangan Di Kabupaten Kolaka Timur. Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science), 5(2), 81-86.
Sarwanto, D., & Tuswati, S. E. (2018). Introduction of Dwarf Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) and Annual Legumes in the Disused Limestone Mining in Karst Gombong Area, Central Java, Indonesia. Buletin Peternakan, 42(1), 57-61.
Seseray, D. Y., Santoso, B., & Lekitoo, M. N. (2013). Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberi Pupuk N, P dan K dengan Dosis 0, 50 dan 100% pada Devoliasi Hari ke-45. Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan, 11(1), 49-55.
Sirait, J., Tarigan, A., & Simanihuruk, K. (2015). Karakteristik Morfologi Rumput Gajah Kerdil (Pennisetum purpureum cv Mott) pada Jarak Tanam Berbeda di Dua Agroekosistem di Sumatera Utara. Loka Penelitian Kambing Potong, 643–649.
Wati, W. S., Mashudi, M., & Irsyammawati, A. (2018). Kualitas Silase Rumput Odot (Pennisetum Purpureum Cv.Mott) Dengan Penambahan Lactobacillus Plantarum Dan Molasses Pada Waktu Inkubasi Yang Berbeda. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 1(1), 45-53.
Yoku, O. (2019). Potensi Produksi Hijauan Dan Komposisi Kimia Rumput Sudan (Sorghum sudanense) Sebagai Sumber Hijauan Pakan Lokal Di Wilayah Papua. Pastura, 6(1), 15–18.
Zulkarnain, D., Rusdin, M., Purwnti, B., & Munadi, L. O. M. (2021). Potensi Integrasi Ternak Sapi Bali dan Tanaman Pangan di Kabupaten Muna Barat. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Tropis, 8(3), 381-389.
