Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) dan Implikasinya bagi Buku Ajar BIPA

  • Sudaryanto Sudaryanto Program Studi S-3 Ilmu Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Yogyakarta
  • Pratomo Widodo Program Studi S-3 Ilmu Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Yogyakarta
Keywords: CEFR, BIPA, Buku Ajar, Keterampilan Berbahasa, Budaya Indonesia

Abstract

Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) merupakan kerangka umum acuan Eropa untuk bahasa yang meliputi masalah belajar, mengajar, dan penilaian bahasa. Konsep CEFR ini penting diketahui dan dipelajari oleh para pemelajar/siswa dan pembelajar/guru bahasa asing, terutama di dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Desain penelitian ini adalah penelitian analisis konten. Fokus penelitiannya terletak pada implikasi konsep CEFR pada buku ajar BIPA berjudul Sahabatku Indonesia yang terdiri atas enam jilid (Tingkat A1, A2, B1, B2, C1, dan C2) terbitan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep CEFR telah diterapkan dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia dengan enam tingkatan, yaitu A-1 Breakthrough: Pemula 1 dan A-2 Waystage: Pemula 2, B-1 Threshold: Madya 1 dan B-2 Vantage: Madya 2, dan C-1 Effective Operational Proficiency: Mahir 1 dan C-2 Mastery: Mahir 2. Kategori A disebut Penutur Tingkat Dasar, kategori B disebut Penutur Tingkat Mandiri, dan kategori C disebut Penutur Tingkat Mahir. Selain itu, materi ajar BIPA yang dikembangkan di dalam buku Sahabatku Indonesia berbasis CEFR menyajikan empat keterampilan berbahasa, tata bahasa, dan budaya Indonesia. Tiap unit buku itu tersajikan materi Membaca, Tata Bahasa, Menyimak, Menulis, Berbicara, dan Catatan Budaya.

References

Alanen, R., Huhta, A., dan Tarnanen, M. 2010. Designing and assessing L2 writing tasks across CEFR proficiency levels. Eurosia Monographs Series (1), 21-56.

Alderson, J. C. 2007. The CEFR and the need for more research. The Modern Language Journal, 91(4), 659-663.

Alderson, J. C., Figueras, N., Kuijper, H., Nold, G., Takala, S., dan Tardieu, C. 2006. Analysing tests of reading and listening in relation to the Common European Framework of Reference: The experience of the Dutch CEFR Construct Project. Language Assessment Quarterly: An International Journal, 3(1), 3-30.

Bonnet, G. 2007. The CEFR and education policies in Europe. Modern Language Journal, 91(4), 669-672.

Candelier, M., Hansen, P. D., dan Sura, A. S. 2012. The framework of reference for pluralistic approaches to languages and cultures—a complement to the CEFR to develop plurilingual and intercultural competences. Innovation in Language Learning and Teaching, 6(3), 243-257.

Carlsen, C. 2010. Discourse connectives across CEFR-levels: A corpus based study. Communicative Proficiency and Linguistic Development: Intersections between SLA and language testing research, 191-210.

Chen, Y. H. dan Baker, P. 2016. Investigating criterial discourse features across second language development: Lexical bundles in rated learner essays, CEFR B1, B2, and C1. Applied Linguistics, 37(6), 849-880.

Davidson, F. dan Fulcher, G. 2007. The Common European Framework Reference (CEFR) and the design of language tests: A matter of effect. Language Teaching, 3(40), 231-241.

Faez, F., Majhanovich, S., Taylor, S. K., Smith M., dan Crowley, K. 2011. The power of “Can do” statements: Teachers’ perceptions of CEFR-informed instruction in French as a second language classrooms in Ontario. Canadian Journal of Applied Linguistics, 14(2), 1-19.

Figueras, N. 2012. The impact of the CEFR. ELT Journal, 66(4), 477-485.

Glover, P. 2011. Using CEFR level descriptors to raise university students’ awareness of their speaking skills. Language Awareness, 20(2), 121-133.

Gunawan, W. & Adji, M. 2016. Sahabatku Indonesia: Tingkat C2, Jakarta: Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Hulstijn, J. H. 2007. The shaky ground beneath the CEFR: Quantitative and qualitative dimensions of language proficiency. The Modern Language Journal, 91(4), 663-667.

Hulstijn, J. H., Schoonen, R., Jong, N. H. D., Steinel, M. P., dan Florijn, A. 2012. Linguistic competence of learners of Dutch as a second language at the B1 and B2 levels of speaking proficiency of the Common European Framework of Reference for Language (CEFR). Language Testing, 29(2), 203-221.

Jones, N. & Saville, N. 2009. European language policy: Assessment, learning, and the CEFR. Annual Review of Applied Linguistics, 29(51), 2009.

Krumm, H. J. 2007. Profiles instead of levels: The CEFR and its (ab) uses in the context of migration. The Modern Language Journal, 91(4), 667-669.

Maesaroh, R. dan Artyana, E. R. 2016. Sahabatku Indonesia: Tingkat A2. Jakarta: Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Meilinawati, L. dan Darmayanti, N. 2016. Sahabatku Indonesia: Tingkat C1. Jakarta: Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Milton, J. 2010. The development of vocabulary breadth across the CEFR levels. Communicative Proficiency and Linguistic Development: Intersections between SLA and language testing research, 211-232.

Muliastuti, L. 2017. Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing: Acuan Teori dan Pendekatan Pengajaran. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Nagai, N. dan O’Dwyer, F. 2011. The actual and potential impacts of the CEFR on language education in Japan. Synergies Europe, 6, 141-152.

Negishi, M., Takada, T., dan Tono, Y., 2013, A progress report on the oof the ALTE Kraków Conference, 135-163.

North, B. 2007. The CEFR illustrative descriptor scales. The Modern Language Journal, 91(4), 656-659.

North, B. dan Piccardo, E. 2016. Developing illustrative descriptors of aspects of mediation for the Common European Framework of Reference (CEFR). Language Teaching, 49(3), 455-459.

Novianti, N. dan Nurlaelawati, I. 2016. Sahabatku Indonesia: Tingkat A1. Jakarta: Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Rakhmawati, S. S. dan Hakim, L. 2016. Sahabatku Indonesia: Tingkat B1. Jakarta: Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Sudaryanto, S., Hermanto, H., & Wijayanti, D. 2018c. An inventory of the equivalents of the latest foreign-Indonesian term as a means of introducing Indonesian to foreign speakers. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 7(2), 67-77.

Sudaryanto, S., Hermanto, H., Mahdhuroh, L., Hermawan, M. A., & Xirana, A. Z. 2018a. Literasi mahasiswa BIPA Program Darmasiswa Universitas Ahmad Dahlan bermuatan bahasa dan budaya Indonesia. Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 57-66.

Sudaryanto, S., Pradani, R. A., Hatminingsih, K., Rosianingsih, S., & Ahyani, F. 2018b. Teknik celup total bagi pemelajar asing bahasa Indonesia di Universitas Kebangsaan Guangxi (GXUN), Tiongkok. Diglosia: Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia, 2(1), 81-87.

Taylor, L. dan Jones, N. 2006. Cambridge ESOL exams and the Common European Framework of Reference (CEFR). Research Notes, 24(1), 2-5.

Westhoff, G. 2007. Challenges and opportunities of the CEFR for reimaging foreign language pedagogy. The Modern Language Journal, 91(4), 676-679.

Widia, I. dan Sulistyaningsih, L. S. 2016. Sahabatku Indonesia: Tingkat B2. Jakarta: Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Zuchdi, D. dan Afifah, W., 2019., Analisis Konten, Etnografi & Grounded Theory, dan Hermeneutika dalam Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Published
2020-12-27
How to Cite
Sudaryanto, S., & Widodo, P. (2020). Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) dan Implikasinya bagi Buku Ajar BIPA. Jurnal Idiomatik, 3(2), 80-87. https://doi.org/10.46918/idiomatik.v3i2.777