Kajian Historis dan Nilai Budaya Mabbissa Arajang Di Kabupaten Soppeng
DOI:
https://doi.org/10.46918/idiomatik.v8i2.3130Keywords:
Mabbisa Arajang, Sejarah, Nilai Budaya, Masyarakat Soppeng, Tradisi, Pelestarian BudayaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah dan nilai budaya dari tradisi Mabbisa Arajang yang ada di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Mabbisa Arajang merupakan sebuah tradisi budaya yang telah ada sejak lama dalam masyarakat Soppeng, yang melibatkan berbagai upacara adat sebagai bentuk penghormatan dan penguatan ikatan sosial antar warga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali lebih dalam tentang asal-usul, perkembangan, dan pengaruh Mabbisa Arajang dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Soppeng. Melalui wawancara mendalam dengan para tokoh adat, masyarakat setempat, dan pengamatan langsung, penelitian ini mengidentifikasi berbagai nilai budaya yang terkandung dalam Mabbisa Arajang, termasuk nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, serta pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Mabbisa Arajang menghadapi tantangan modernisasi, tradisi ini masih dipertahankan dan dihormati oleh masyarakat Soppeng sebagai simbol kekuatan budaya yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal dan pemahaman lebih dalam mengenai keberagaman budaya di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.
References
Ali, M. (2021). Struktur tampilan awal sastra lisan Makassar dalam analisis wacana kritis Van Dijk. Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 29–38.
Arisal. (2017). Nilai-nilai budaya dalam proses ritual Mallangī Arajang pada masyarakat Bugis Soppeng Sulawesi Selatan. Seminar Nasional LP2M UNM, 2(1), 248–252.
Arisal, & Faisal. (2018). Ritual Mattoana Arajang di Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng. Walasuji: Jurnal Sejarah dan Budaya, 9(2), 389–402.
Fauzan, R., & Nashar. (2017). “Mempertahankan tradisi, melestarikan budaya”: Kajian historis dan nilai budaya lokal kesenian Terebang Gede di Kota Serang. Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah, 3(1), 1–10.
Keim, A. P., et al. (2020). Bone, Mattompang Arajang, “Kayu Galadupa” (Sindora galedupa; Fabaceae) dan jejaring Bugis Nusantara. Journal of Tropical Ethnobiology, 3(1), 11–27.
Saleh, F., Agussalim, A., Aras, N. A. M., & Vieriawan, A. (n.d.). Karakter Lontara pada aplikasi online sebagai media pembelajaran interaktif bagi guru muatan lokal bahasa daerah di Kabupaten Maros, 79–89.
Sasimarni, D., et al. (n.d.). Nilai pendidikan karakter dalam kumpulan cerita rakyat dari Bintan Kepulauan Riau dan implementasinya pada pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah atas, 100–118.
Program Studi Pendidikan Seni. (2024). Kekuasaan dan ideologi pewarisan gendang Bugis Arajang dalam perspektif Althusserian, 9, 67–80.
Syam, S. (2022). Upacara Mattompang Arajang dalam kebudayaan Bugis Bone: Dari sakral ke profan [Disertasi doktoral, Universitas Hasanuddin]. http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/28141
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yusmah, Supriadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






