Evaluasi Kinerja DAS Warjori Berdasarkan Kejadian Banjir dan Longsor di Kampung Jim Kabupaten Pegunungan Arfak

Authors

  • Andi Munawir Magister Kehutanan, Universitas Papua
  • Rudi A. Maturbongs Universitas Papua
  • Bernadetta M. G. Sadsoeitoeboen, Universitas Papua

DOI:

https://doi.org/10.46918/eboni.v8i1.3388

Keywords:

Kinerja DAS, Banjir, Longsor

Abstract

The Warjori Watershed is one of the strategic watersheds in West Papua that functions as a water regulation system, erosion controller, and ecological support for the surrounding communities. On May 16, 2025, flash floods and landslides occurred in Jim Village, Catubouw District, Arfak Mountains Regency, which is located within the Warjori Watershed area. This study aimed to evaluate the performance of the Warjori Watershed based on flood and landslide event parameters through the analysis of rainfall, land cover, critical land conditions, soil types, and human activities. The research employed a quantitative descriptive approach using spatial analysis and desk analysis based on the 2025 monitoring and evaluation data from BPDAS Remu Ransiki. The results showed that the Warjori Watershed has a high level of vulnerability to hydrometeorological disasters. Extreme rainfall reaching 123.44 mm/day prior to the disaster caused soil saturation and increased surface runoff. Land cover within the watershed is still dominated by primary dryland forest covering 65.95% of the area; however, critical land conditions reached 95.28%, categorized as moderately critical to very critical. In addition to natural factors, illegal gold mining activities have also intensified the risk of landslides and flooding. This evaluation indicates that the hydrological function of the Warjori Watershed has declined, thereby requiring integrated watershed rehabilitation, control of illegal activities, and strengthened disaster mitigation efforts to support sustainable watershed management in West Papua.

References

Arsyad, S. (2021). Konservasi tanah dan air (3rd ed.). IPB Press.

Asdak, C. (2023). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai (Edisi revisi). Gadjah Mada University Press.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. (2023). Klasifikasi curah hujan ekstrem di Indonesia. BMKG.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. (2024). Kajian cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi Indonesia Tahun 2024. BMKG.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024). Data informasi bencana Indonesia Tahun 2024. BNPB Republik Indonesia.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Remu Ransiki. (2025). Laporan monitoring dan evaluasi banjir dan tanah longsor DAS Warjori Tahun 2025. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Remu Ransiki. (2025). Kajian karakteristik DAS Warjori Tahun 2025. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Das, B. M. (2019). Principles of geotechnical engineering (9th ed.). Cengage Learning.

Hardiyatmo, H. C. (2020). Mekanika tanah 2 (7th ed.). Gadjah Mada University Press.

Hardjowigeno, S. (2020). Ilmu tanah. Akademika Pressindo.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2014). Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.61/Menhut-II/2014 tentang monitoring dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Pedoman identifikasi lahan kritis dan rehabilitasi hutan dan lahan. KLHK Republik Indonesia.

Napitupulu, F., Siallagan, J., & Warpur, M. (2025). Pemodelan banjir berdasarkan pendekatan hidrometeorologi dan perubahan tutupan lahan di Sub-DAS Distrik Abepura. Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan, 3(2), 56–67. https://doi.org/10.61132/globe.v3i2.803

Naryanto, H. H. (2020). Analisis kejadian banjir bandang dan longsor di wilayah pegunungan Indonesia. Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana, 15(2), 45–58.

Putra, R. R., Widodo, S., & Prasetyo, A. (2022). Pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap debit puncak dan erosi pada daerah aliran sungai tropis. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 12(3), 210–221.

Rahman, A., Yusuf, M., & Hidayat, R. (2021). Pengaruh hujan kumulatif terhadap limpasan permukaan dan kejenuhan tanah pada DAS tropis. Jurnal Hidrologi Indonesia, 8(1), 33–44.

Rahman, A., Nugroho, D., & Sari, P. (2024). Dampak aktivitas pertambangan terhadap degradasi daerah aliran sungai dan risiko bencana hidrometeorologi. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, 5(1), 77–89.

Suripin. (2022). Sistem drainase perkotaan yang berkelanjutan. Andi Offset.

ANTARA. (2025). Banjir dan tanah longsor di Pegunungan Arfak Papua Barat [Fotografi]. ANTARA News.

Tabura Pos. (2025). Kondisi banjir bandang dan longsor di Kampung Jim Distrik Catubouw [Fotografi]. Tabura Pos.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Evaluasi Kinerja DAS Warjori Berdasarkan Kejadian Banjir dan Longsor di Kampung Jim Kabupaten Pegunungan Arfak. (2026). Jurnal Eboni, 8(1), 25-38. https://doi.org/10.46918/eboni.v8i1.3388