Pemanfaatan Sensor Gas MQ-4 Untuk Mendeteksi Gas Metana Pada Limbah Ternak Sapi, Kerbau Dan Kuda

  • Iin Novianty Jurusan Kimia, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Asri Saleh Jurusan Kimia, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Rezki Sarni Yulianti Jurusan Kimia, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Keywords: Biogas, Sensor MQ-4, Sapi, Kerbau, Kuda

Abstract

Biogas merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan hasil limbah kotoran ternak. Biogas terdiri dari senyawa karbondioksida dan metana. Sensor MQ-4 merupakan alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi gas metana pada limbah hewan ternak atau biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH dan tempertur terhadap konsentrasi gas metana yang terdapat dalam campuran serbuk gergaji dan limbah hewan ternak. Hasil yang diperoleh yakni nilai pH yang paling rendah yaitu limbah kuda 7,38 dan paling tinggi limbah sapi 8,27. Suhu paling tinggi limbah sapi 30°C dan paling rendah limbah kuda 27,6°C. Massa jenis paling rendah limbah kerbau 0,82 gr/mL dan paling tinggi dihasilkan kuda yaitu 0,99 gr/mL. Sedangkan hasil pengukuran didapatkan kadar gas metana yang paling tinggi limbah kuda 171 ppm. Kadar gas metana yang paling rendah limbah kerbau 15 ppm.

References

Anisa, Ona. (2017). “Rancang Bangun Pengukuran Kadar Gas Metana pada Lahan Gambur Menggunakan SMS Gateway dan Sensor MQ-4 Berbasis Mikrokontroler”. Skripsi. Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya.

Damanik, Latifah Hanum. (2014).“Pemanfaatan Feses Ternak Sapi Sebagai Energi Alternatif Biogas Bagi Rumah Tangga Dan Dampaknya Terhadap Lingkungan”. Teknosains 4, no. 1.

Dewi, Tri Kurnia dan Dewi, Claudia Kartika. “Pembuatan Gas Bio dari Serbuk Gergaji, Kotoran Sapi dan Larutan EM4”. Teknik Kimia 20, no. 1 (2014): h. 1-9.

Indarto, Khori Ex. (2010). Produksi biogas limbah cair industri tapioka melalui peningkatan suhu dan penambahan urea pada perombakan anaerob. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Maryani, Sri. (2016). “Potensi Campuran Sampah Sayuran dan Kotoran Sapi Sebagai Penghasil Biogas”. Skripsi. Malang: Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Putri Ratna Ika, M. Sarosa, Heli Tistiana dan Sri Rulianah. (2014). “Pendeteksi Gas Metan pada Sistem Biogas Berbasis Mikrokontroler”. ELTEK 12, no. 1.

Ramdiana. (2017). “Pengaruh Variasi Komposisi Pada Campuran Limbah Cair Aren dan Kotoran Sapi Terhadap Produksi Biogas”. Eksergi 14, no. 2.

Ratih Andhika, Yulia Lanti R.D dan Prabang Setyono. (2015). “Pengaruh Paparan Gas Metana (CH4), Karbon Dioksida (CO2) dan Hidrogen Sulfida (H2S) Terhadap Keluhan Gangguan Pernapasan Pemulung Di Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Klotok Kota Kediri”. EKOSAINS 7, no. 2: h. 105-116.

Triyandana Muhammad Isra, Abdul Muid dan Tedy Rismawan. (2015). “Pendeteksi Gas LPG dan Metana dengan Sensor Tgs 2610 dan Sensor Tgs 2611 Berbasis Mikrokontroler Atmega328p”. Coding, Sistem Komputer Untan 3, no. 1.

Trihanda M dan Herwanto. (2015). “Perancangan Prototipemonitoring Gas Amonia (NH3) sebagai Early Warning pada lingkungan Industri dengan sistem akuisis data”. TEKNO 23, no.1.

Wati, Linda, Yuni Ahda dan Dezi Handayani. (2014). “Pengaruh Volume Cairan Rumen Sapi Terhadap Bermacam Fese dalam Menghasilkan Biogas”. Sainstek 6, no. 1.

Wibowo Fatwa Yudistira Haikal. (2017). “Pembuatan Sistem Kontrol Gas Amonia Berbasis Mikrokontroler Arduino”. Skripsi. Bogor: Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.
Published
2020-09-23
How to Cite
1.
Novianty I, Saleh A, Yulianti R. Pemanfaatan Sensor Gas MQ-4 Untuk Mendeteksi Gas Metana Pada Limbah Ternak Sapi, Kerbau Dan Kuda. JIFTA [Internet]. 23Sep.2020 [cited 18Apr.2021];2(2):35-4. Available from: http://ejournals.umma.ac.id/index.php/jifta/article/view/791