Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Penguatan UMKM dan Pengembangan Eduwisata di Desa Bontotiro

Authors

  • Nur Rezky Ramadhan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar
  • Muhammad Nur Alamsyah Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar
  • Febriansa Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar
  • Savira Widya Puspitasari Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar
  • Yolandika Arsyad Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.46918/lestari.v4i1.3414

Keywords:

Pemberdayaan Masyarakat, UMKM, Eduwisata, Promosi Digital, Desa Wisata

Abstract

Strengthening the rural economy requires an empowerment model that not only improves production capacity but also connects local products with knowledge-based tourism experiences. In Bontotiro Village, MSME actors and educational tourism managers still face challenges in strengthening product identity, packaging, digital promotion, and integrating local products into village tourism activities. This community service activity aimed to strengthen the capacity of MSME actors and educational tourism managers through assistance in brand identity, packaging development, tourism potential mapping, and digital promotion. The method used was an Asset-Based Community Development (ABCD) and participatory approach through observation, workshops, mentoring, and reflective evaluation with partners. The activity involved 25 participants consisting of MSME actors, Pokdarwis managers, village officials, and community members. The results showed that agricultural potential and local processed products could be integrated into the development of agriculture-based educational tourism. The mentoring activities resulted in strengthening the visual identity of 10 MSME products, developing two concepts of agricultural educational tourism packages, and producing digital-based promotional materials. This activity also increased community understanding of the importance of product identity, digital promotion, and agriculture-based tourism experiences to support participatory and sustainable rural economic empowerment.

References

Adikampana, I. M. (2017). Pariwisata berbasis masyarakat. Cakra Press.

Ahsani, R. D. P., Suyaningsih, O., Ma’rifah, N., & Aerani, E. (2018). Penerapan konsep community based tourism (CBT) di Desa Wisata Candirejo Borobudur mewujudkan kemandirian desa. Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 3(2), 135–146. https://doi.org/10.26905/pjiap.v3i2.2270

Arum, D. S., Padmaningrum, D., & Winarno, J. (2022). Kajian dimensi community-based tourism dalam pengembangan Desa Wisata Sumberbulu. Agritexts: Journal of Agricultural Extension, 46(1), 45–55. https://doi.org/10.20961/agritexts.v46i1.61416

Badan Pusat Statistik Kabupaten Jeneponto. (2024). Kecamatan Rumbia dalam angka 2024. BPS Kabupaten Jeneponto. https://jenepontokab.bps.go.id/id/publication/2024/09/26/432a665a3fbcd119649e87d0/kecamatan-rumbia-dalam-angka-2024.html

Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. (2024). UMKM hebat, perekonomian nasional meningkat. https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/curup/id/data-publikasi/artikel/2885-umkm-hebat%2C-perekonomian-nasional-meningkat.html

Hendriadi, A. A., Sari, B. N., & Padilah, T. N. (2019). Pelatihan digital marketing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Karawang. J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 120–125. https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v4i2.1133

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2024). Desa Wisata Pertanian Bontotiro. Jejaring Desa Wisata (JADESTA). https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/desa_wisata_pertanian_bontotiro

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2021). Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. https://jdih.kemenparekraf.go.id/katalog-1-produk-hukum

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39653/uu-no-20-tahun-2008

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/161837/pp-no-7-tahun-2021

Purwana, D., Rahmi, R., & Aditya, S. (2017). Pemanfaatan digital marketing bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani, 1(1), 1–17. https://doi.org/10.21009/JPMM.001.1.01

Rizki, M. F., & Sylviani, S. (2022). Penguatan branding dan kemasan produk UMKM dalam meningkatkan daya saing usaha masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 45–53.

Sulistiyani, A. T. (2017). Kemitraan dan model-model pemberdayaan. Gava Media.

Suprastayasa, I. G. N. A., Rahmawati, P. I., & Putra, I. G. S. (2022). Desa wisata: Membangun desa dengan pariwisata. Politeknik Pariwisata Bali.

Downloads

Published

28.05.2026

How to Cite

Ramadhan, N. R., Alamsyah, M. N., Febriansa, Puspitasari, S. W., & Arsyad, Y. (2026). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Penguatan UMKM dan Pengembangan Eduwisata di Desa Bontotiro. LESTARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 93-103. https://doi.org/10.46918/lestari.v4i1.3414