Analisis Kontrastif Kosakata yang Menyatakan Emosi dalam Bahasa Makassar dan Bahasa Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.46918/idiomatik.v7i2.3376Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan kosakata emosi dalam Bahasa Makassar dan Bahasa Indonesia serta mengungkap pengaruh konteks budaya terhadap penggunaan dan pemaknaan emosi pada kedua bahasa tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain analisis kontrastif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur terhadap 10 penutur asli Bahasa Makassar, dan studi kepustakaan menggunakan kamus Bahasa Makassar serta Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan semantik dan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bahasa memiliki kesepadanan pada konsep emosi dasar, seperti bahagia, marah, takut, sedih, dan rindu. Namun, Bahasa Makassar memiliki variasi kosakata emosi yang lebih rinci dan kontekstual dibandingkan Bahasa Indonesia. Perbedaan tersebut tampak pada penggunaan leksem berdasarkan intensitas emosi, hubungan sosial, dan situasi komunikasi. Selain itu, beberapa kosakata emosi dalam Bahasa Makassar mengandung makna sosial dan budaya yang tidak sepenuhnya memiliki padanan dalam Bahasa Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya, relasi sosial, dan cara masyarakat memahami pengalaman emosional. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian semantik, sosiolinguistik, dan linguistik budaya, khususnya yang berkaitan dengan emosi dan bahasa daerah.
References
Alejandro, J. (2024). The role of language in thought formation and personality. International Journal of Multidisciplinary Sciences, 2(4), 356–367. https://doi.org/10.37329/ijms.v2i4.3759
López-Rodríguez, C. I., & Tercedor Sánchez, M. (2022). Caracterización léxico-semántica de emociones para la comunicación interlingüística inglés-español. Pragmalinguistica, 30, 241–260. https://doi.org/10.25267/Pragmalinguistica.2022.i30.12
Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. Kampret Journal, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.35335/kampret.v1i1.8
Markus, H. R., & Kitayama, S. (1991). Culture and the self: Implications for cognition, emotion, and motivation. Psychological Review, 98(2), 224–253. https://doi.org/10.1037/0033-295X.98.2.224
Mesquita, B. (2001). Emotions in collectivist and individualist contexts. Journal of Personality and Social Psychology, 80(1), 68–74. https://doi.org/10.1037/0022-3514.80.1.68
Minner, F. (2019). Emotions, language and the (un-)making of the social world. Emotions and Society, 1(2), 215–230. https://doi.org/10.1332/263168919X15663586358054
Ponsonnet, M. (2022). Emotional linguistic relativity and cross-cultural research. In G. L. Schiewer, J. Altarriba, & B. C. Ng (Eds.), Handbooks of Linguistics and Communication Science (Vol. 46/2, pp. 1031–1061). De Gruyter. https://doi.org/10.1515/9783110670851-017
Puusepp, V. (2024). Becoming closer to one another: Shared emotions and social relationships. Philosophical Psychology, 37(8), 2533–2559. https://doi.org/10.1080/09515089.2023.2171858
Rodriguez Mosquera, P. M. (2023). Words, poems and cultural meanings. In G. L. Schiewer, J. Altarriba, & B. C. Ng (Eds.), Handbooks of Linguistics and Communication Science (Vol. 46/3, pp. 1745–1758). De Gruyter. https://doi.org/10.1515/9783110795486-019
Scheve, C. V. (2023). The social and cultural constitution of emotion in language, discourse and the body. In G. L. Schiewer, J. Altarriba, & B. C. Ng (Eds.), Handbooks of Linguistics and Communication Science (Vol. 46/3, pp. 1775–1793). De Gruyter. https://doi.org/10.1515/9783110795486-021
Devika Rani, S., & Madhavi, G. (2024). Harnessing the power of words. International Education and Research Journal, 10(7). https://doi.org/10.21276/IERJ24711188636010
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ita Suryaningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





