Analisis Inferensi pada Humor Roasting Tokoh Politik: Studi Kasus Kiky Saputri dan Ate Roasting AMIN
DOI:
https://doi.org/10.46918/idiomatik.v9i1.3077Keywords:
Inferensi, Pragmatik, Humor Politik, Roasting, Kritik Implisit, Tokoh PolitikAbstract
Penelitian ini berfokus mengidentifikasi jenis serta fungsi inferensi pragmatik yang muncul dalam acara humor roasting tokoh politik pada video “Kiky Saputri dan Ate Roasting AMIN”, yang disiarkan oleh Metro TV pada 5 Januari 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode simak bebas libat cakap, penelitian menganalisis 21 tuturan melalui kerangka inferensi Yule (1996) dan prinsip kerja sama Grice (1975). Hasilnya mengungkap dua tipe inferensi yang dominan: (1) inferensi umum, terdiri dari 11 tuturan yang bersandar pada kritik sosial‑politik dan dapat dipahami tanpa konteks khusus, contohnya sindiran tentang korupsi, ketimpangan sosial, dan kebebasan berpendapat; serta (2) inferensi khusus, mencakup 10 tuturan yang memerlukan pengetahuan konteks tertentu untuk ditafsirkan, seperti sindiran spesifik terhadap tokoh dan institusi politik. Fungsi utama inferensi dalam video tersebut meliputi penciptaan humor politis, penyampaian kritik implisit yang aman secara sosial, pembentukan opini publik, serta penguatan wacana deliberatif. Temuan ini menegaskan bahwa humor roasting berperan sebagai ruang diskursif alternatif dalam komunikasi politik digital. Studi ini menunjukkan bahwa inferensi tidak hanya krusial untuk mengartikan sebuah ucapan, melainkan juga menjadi metode yang efektif dalam humor politik untuk mengungkapkan kritik, memengaruhi pendapat publik, serta meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Oleh karena itu, humor politik di ranah digital merupakan bentuk komunikasi politik yang kompleks dengan makna implisit yang dapat ditelaah lewat pendekatan pragmatik dan analisis inferensi. Hasil ini menegaskan bahwa humor roasting berfungsi sebagai ruang alternatif dalam komunikasi politik digital.
References
Addas, R. K. (2022). Analysis of insult as humor in the context of politics through stand-up comedy show. Journal of Language, Literature, and Teaching, 4(2), 44–62. https://doi.org/10.35529/jllte.v4i2.44-62
Adibah Agustini, A. E., Prasetyawati, C., Ginting, E. E. B., & Sahira, N. F. (2025). Pelanggaran maksim Grice dalam sketsa komedi digital: Studi pragmatik pada video Main Hakim Sendiri. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 1078–1085. https://doi.org/10.63822/n3khpf68
Brown, G., & Yule, G. (1996). Analisis wacana (I. Soetikno, Trans.). Gramedia.
Dumitrescu, D. (2015). Nonverbal communication in politics: A review of research developments, 2005–2015. Delia, 2005–2015.
Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. In P. Cole & J. L. Morgan (Eds.), Speech acts (pp. 41–58). Brill. https://doi.org/10.1163/9789004368811_003
Indriani, E., Dalimunthe, S. F., & Surif, M. (2022). Analisis wacana pada roasting Kiki Syahputri. Jurnal Unimed, 33, 120–137.
Keraf, G. (1991). Argumentasi dan narasi. Gramedia.
Khasinah, S., Sarinauli, B., Ellyana, C. P., Nashriyah, N., & Yunidar, S. (2024). Effective language in communication. JKA, 1(2), 1–6. https://doi.org/10.26811/jka.1.1.00017
Lubis, R. A., Siregar, D. Y. S., Husni, P. N., Rizky, F. M., & Thomaroh, H. (2025). Pragmatics in everyday life: Understanding unspoken rules of interaction. Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris, 3(1), 199–211. https://doi.org/10.61132/sintaksis.v3i1.1359
Muhaimin, M. (2020). Implikatur yang menimbulkan humor dalam serial Roku Nin No Okusan oleh Shimura Ken. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 16(1), 106–119. https://doi.org/10.33633/lite.v1i1.3476
Putradi, A. W. A., & Supriyana, A. (2024). Pragmatik. Bumi Aksara.
Putri, D. S., Achmad, Z. A., Alamiyah, S. S., Arviani, H., & Febrianita, R. (2022). Kritik satire pada pejabat negara Indonesia melalui roasting stand-up comedy Kiky Saputri di YouTube. Jurnal Nomosleca, 8(2), 132–145. https://doi.org/10.26905/nomosleca.v8i2.7673
Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles, dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://pub.nuris.ac.id/journal/jomaa/article/view/93
Rahardi, R. K. (2019). Pragmatic perspective on phatic functions and language dignity. International Journal of Engineering and Advanced Technology, 8(5C), 261–269. https://doi.org/10.35940/ijeat.E1039.0585C19
Rahmi, E., & Tressyalina, T. (2020). Implikatur dalam lawakan komika Abdur pada acara Stand Up Comedy. Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya, 10(1), 83–93. https://doi.org/10.26714/lensa.10.1.2020.83-93
Romansyah, K. (2021). Bentuk dan makna inferensi pada tuturan bahasa Indonesia siswa sekolah dasar di Kecamatan Weru Cirebon. Caruban: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 4(1), 34–43.
Setiawati, E., & Arista, H. D. (2018). Piranti pemahaman komunikasi dalam wacana interaksional: Kajian pragmatik. Universitas Brawijaya Press.
Surana. (2017). Inferensi dan problematika pembelajaran analisis wacana. FKIP E-PROCEEDING, 237–244.
Tiani, R. (2017). Strategi pragmatik dalam penciptaan humor di televisi. 12(2), 42–51.
Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif, dan metode penelitian kombinasi (mixed method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 2896–2910. https://doi.org/10.36706/jbti.v9i2.18333
Wu, Y., & Lu, X. (2025). A study of humorous language in talk shows from the perspective of pragmatic presupposition: A case study of The Tonight Show. Academic Journal of Humanities & Social Sciences, 8(4), 44–50. https://doi.org/10.25236/ajhss.2025.080407
Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lailatul Mutia Alda, Ngusman Abdul Manaf, Tressyalina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





