Representasi Bahasa dan Budaya dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka serta Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa
DOI:
https://doi.org/10.46918/idiomatik.v9i1.3018Keywords:
Bahasa dan Budaya, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Peserta DidikAbstract
Representasi bahasa dan budaya dapat dilihat dari korelasi bahasa dan budaya melalui karya sastra klasik. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis dan memberikan gambaran representasi bahasa dan budaya melalui karya sastra klasik, seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka. Pendekatan penelitian ini kualitatif deskriptif, sumber data teks novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, data yang digunakan berupa dialog, narasi, dan rujukan pendukungnya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca cermat (close reading) yang kemudian dicatat untuk dianalisis. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis kualitatif deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Bahasa dan budaya tidak hanya sebatas hubungan koordinatif, melainkan bahasa dapat merepresentasikan suatu budaya. Dalam konteks pembelajaran bahasa, representasi bahasa dan budaya melalui karya sastra klasik berimplikasi pada penguasaan diksi peserta didik serta mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
References
Alejandro, A., & Zhao, L. (2024). Multi-method qualitative text and discourse analysis: A methodological framework. Qualitative Inquiry, 30(2), 1–18. https://doi.org/10.1177/10778004231184421
Arnawa, N. (2021). Pengajaran bahasa berbasis teks dan penguatan gerakan literasi sekolah. In Seminar Bahasa, Sastra dan Pengajarannya (PEDALITRA I): Penguatan literasi melalui pengajaran bahasa dan sastra (pp. 15–22).
Barthes, R. (1977). Image, music, text. Fontana Press.
Bella Tiara Putri, B. T., Ayu, C. S., Ginting, M. A. B., Saidah, S., & Nasution, S. (2024). Budaya dan bahasa: Refleksi dinamis identitas masyarakat. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(1), 20–32. https://doi.org/10.61132/semantik.v3i1.1321
Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge University Press.
Byram, M. (2021). Teaching and assessing intercultural communicative competence. Multilingual Matters.
Chairunnisa, & Yuniati, I. (2018). Bahasa dan kebudayaan. Journal of Education Scienties, 2(1), 48–51.
Damariswara, R., & Jadmiko, R. S. (2024). Analisis nilai perjuangan tokoh Zainuddin dalam novel Buya Hamka Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 17(2), 265–276. https://doi.org/10.30651/st.v17i2.22673
Devianty, R. (2017). Bahasa sebagai cermin kebudayaan. Jurnal Tarbiyah, 24(2), 226–245. https://doi.org/10.30829/tar.v24i2.167
Duranti, A. (1997). Linguistic anthropology. Cambridge University Press.
Fadli, M. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Jurnal Ilmiah Kajian Humaniora, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Fishman, J. A. (1999). Handbook of language and ethnic identity. Oxford University Press.
Haristiani, N., Septiana, A., Nor Fariza, M., & Nagata, R. (2023). The politeness of criticism speech acts in Japanese and Minangkabau films. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 13(1), 131–148. https://doi.org/10.17509/ijal.v13i1.58272
Izzanti, D. A., Nasution, M. R., Wasik, H. A., Juanda, M. I., & Nasution, S. (2025). Hakikat bahasa dalam objek kajian linguistik: Kajian literatur. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(1), 188–194. https://doi.org/10.61132/semantik.v3i1.1394
Kramsch, C. (1998). Language and culture. Oxford University Press.
Kustyarini. (2016). Sastra dan budaya. Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana, 16(2), 5. https://doi.org/10.37303/likhitaprajna.v16i2.34
Mujib, A. (2009). Hubungan bahasa dan kebudayaan (perspektif sosiolinguistik). Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(1), 141–154. https://doi.org/10.14421/ajbs.2009.08107
Parman, A. A., Nurdjan, S., & Patawari, F. (2021). Representasi nilai pendidikan Islam dalam roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka. Jurnal Konsepsi, 10(3), 196–206.
Rahardjo, M. (2018). Politik bahasa dan bahasa politik (bahasa dalam praksis politik di Indonesia). Ulul Albab: Jurnal Studi Islam, 5(1), 83–107. https://doi.org/10.18860/ua.v5i1.6147
Revita, I., Oktavianus, O., Zalfikhe, F., & W, S. (2025). Cultural nuances in pre-request speech acts: A pragmatic analysis of the Minangkabau language. Cogent Social Sciences, 11(1), 1–17. https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2449285
Saville-Troike, M., & Bürki-Cohen, J. (2022). The ethnography of communication: An introduction (4th ed.). Blackwell Publishing.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Trianton, T. (2024). Sastra sebagai medium konservasi nilai budaya. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 20(PIBSI XLVI), 363–369. https://doi.org/10.30595/pssh.v20i.1388
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rio Sahputra, Siti Ainim Liusti, Afnita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





