MODEL PEMBERDAYAAN BERBASIS INOVASI PADA USAHA LEBAH MADU (STUDI KASUS KTH MAKKATUO DI KABUPATEN GOWA)
DOI:
https://doi.org/10.46918/eboni.v7i2.2828Keywords:
PEMBERDAYAAN, INOVASI, USAHA LEBAH MADUAbstract
Usaha lebah madu merupakan salah satu bentuk pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan inovatif pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam pengembangan usaha lebah madu di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali pengalaman, strategi, dan dinamika pemberdayaan KTH Makkatuo sebagai kelompok tani unggulan dalam budidaya lebah madu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan inovatif yang dilakukan mencakup adopsi teknologi tepat guna dalam budidaya lebah, penguatan kelembagaan melalui pembentukan koperasi dan forum multipihak, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan pengembangan produk. Selain itu, kemitraan strategis dengan pihak swasta dan pemerintah telah memperkuat akses pasar dan pendanaan. Kegiatan pemberdayaan ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas madu hingga 40% dan pendapatan petani sebesar 35%. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya strategi pemberdayaan berbasis inovasi, kolaborasi, dan konteks lokal sebagai pendekatan efektif dalam pengembangan usaha HHBK yang berkelanjutan.
References
Agussalim, A., Agus, A., Umami, N., & Budisatria, I.G.S. (2020). Perbandingan produktivitas dan karakteristik madu Apis cerana, Apis mellifera, dan Trigona sp. pada berbagai ekosistem hutan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan, 13(2), 78-92.
Arifin, B., Hidayat, W., & Kusumastuti, A. (2022). Korelasi kematangan kelembagaan dengan keberlanjutan usaha lebah madu: Studi kasus di 12 KPH Sulawesi. Jurnal Ilmu Kehutanan, 17(1), 103-118.
Desmiwati, N., & Surati. (2020). Kontribusi usaha lebah madu terhadap pendapatan rumah tangga petani hutan di KPH Rinjani Barat. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 17(1), 35-48.
Dewi, I.N., Awang, S.A., & Maryudi, A. (2022). Diversifikasi produk turunan madu sebagai strategi peningkatan nilai tambah: Studi kasus di KPH Batulanteh. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 11(1), 67-81.
Fauziyah, E., & Suhendang, E. (2020). Penguatan jejaring kemitraan sebagai strategi pengembangan pengelolaan hutan bersama masyarakat. Jurnal Sylva Lestari, 8(1), 54-64.
Gunawan, H., Subarudi, & Salminah, M. (2024). Pengaruh modal sosial terhadap keberhasilan pemberdayaan kelompok tani hutan di kawasan perhutanan sosial. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 13(1), 45-58.
Hakim, I. (2022). Pengelolaan adaptif lebah madu sebagai hasil hutan bukan kayu berkelanjutan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 19(1), 13-26.
Hartiningsih, E., Widiarti, A., & Kuntadi. (2021). Keragaman tanaman berbunga dan produktivitas madu pada berbagai tipe hutan di KPH Bogor. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 10(1), 11-24.
Hermawati, W., & Suharti, S. (2022). Integrasi perspektif gender dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat: Analisis program pemberdayaan kelompok tani hutan. Jurnal Gender dan Lingkungan, 4(2), 115-128.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Statistik Hasil Hutan Bukan Kayu Indonesia 2021. Jakarta: KLHK RI.
Maharani, R., Susilo, A., & Wardoyo, E. A. (2020). Strategi peningkatan kapasitas kelompok tani hutan dalam implementasi perhutanan sosial. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 17(1), 49-66.
Mulyoutami, E., Partini, & Roshetko, J.M. (2020). Peningkatan kapasitas petani dalam budidaya lebah madu: Integrasi pengetahuan lokal dan teknologi modern di KPH Puncak Ngengas. Jurnal Penyuluhan, 16(1), 64-76.
Novandra, A., & Widnyana, I.M. (2021). Klasifikasi dan karakteristik jenis lebah penghasil madu di Indonesia: Implikasi untuk pengembangan usaha perlebahan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 10(2), 125-139.
Nurfatriani, F., Darusman, D., & Nurrochmat, D. R. (2021). Analisis kebijakan penguatan hak tenurial masyarakat dalam pengelolaan hutan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 18(1), 13-27.
Prasetyo, A., Hardjanto, & Bahruni. (2021). Pengembangan rantai nilai produk hasil hutan bukan kayu: Strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 27(2), 146-159.
Purnomo, H., Irawati, R.H., & Fauzan, A.U. (2019). Dimensi dan indikator pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan lestari. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 25(2), 135-149.
Rahardjo, S. N., & Kusumastuti, R. (2023). Model pembiayaan inovatif untuk pengembangan usaha kelompok tani hutan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 24(1), 46-63.
Rahman, M. (2024). Model Pentahelix dalam Pengembangan Usaha Perlebahan Berkelanjutan di Kawasan Hutan. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 14(1), 56-70.
Sumantri, H., Purbawiyatna, A., & Gunawan, H. (2020). Potensi dan Tantangan Pengembangan Usaha Lebah Madu oleh Masyarakat di Sekitar Hutan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 9(1), 63-76.
Supriono, A., Bowo, C., & Hardianto, G. (2019). Analisis tata kelola kelembagaan kelompok tani hutan dalam implementasi program perhutanan sosial. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(3), 214-227.
Wibowo, A., Sunaryo, & Simanjuntak, S. M. H. (2019). Implementasi pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui program kemitraan kehutanan. Jurnal Silvikultur Tropika, 10(3), 160-171.
Widiarti, A., & Kuntadi. (2021). Analisis Rantai Nilai Usaha Perlebahan dalam Mendukung Peningkatan Pendapatan Masyarakat Sekitar Hutan. Jurnal Ilmu Kehutanan, 15(1), 40-54.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 NUSQAR MAJID, Musdalipa Musdalipa, Helda Ibrahim, La Sumange

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Eboni © 2019 by LPPM UMMA is licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International










9.png)











: Jl. DR. Samratulangi No.62 Maros 90511 Sulawesi Selatan
: https://ejournals.umma.ac.id/index.php/eboni/index
: