PTERIDOPHYTA YANG DITEMUKAN DI BUKIK BAKA KAMANG MAGEK KABUPATEN AGAM

Authors

  • Doni Putra Universitas PGRI Sumatera Barat
  • Abizar Universitas PGRI Sumatera Barat
  • Zikra Universitas PGRI Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.46918/bn.v9i1.3188

Keywords:

Identifikasi, Pteridophyta, Bukik Baka

Abstract

Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan salah satu kelompok flora yang berkontribusi signifikan terhadap kekayaan hayati Indonesia. Terdapat hampir 10.000 spesies tumbuhan paku di dunia, dan lebih dari 1.300 spesies di antaranya ditemukan di hutan Indonesia. Sumatera Barat memiliki potensi keanekaragaman Pteridophyta yang tinggi karena kondisi alamnya yang mendukung, salah satunya di Bukik Baka, Jorong Guguak Rang Pisang, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam. Kawasan ini merupakan objek wisata pegunungan dengan udara bersih dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan Pteridophyta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan metode survey dengan cara observasi lapangan dan koleksi langsung. Observasi dilakukan di area Hutan Bukik Baka yang terdapat di Jorong Guguak Rang Pisang. Mengikuti jalur pendakian dan eksplorasi yang dilakukan kiri dan kanan sepanjang jalur pendakian dan sekitar Kawasan bukik baka. Pteridophyta yang di temukan disekitar bukik baka,  kemudian  dilakukan  identifikasi  di  Laboratorium Botani. Hasil penelitian ini ditemukan 19 spesies pteridophyta dari 2 class, 3 ordo dan 11 famili, dengan ordo Polypodiales yang mendominasi di Bukik Baka Kamang.

References

Afriana, M., Darwin, C., Lubis, R., & Saroni, S. (2021). Keanekaragaman jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) di Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara. Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS), 1(1), 1–18. https://doi.org/10.36085/jrips.v1i1.2785

Betty, J. L. R. L. I. (2015). Inventarisasijenispaku-pakuan (Pteridophyta) terestrial di Hutan Dusun TaukKecamatan Air Besar KabupatenLandak. Protobiont, 4(1), 94–102.

Farina, M., Safitri E., Abizar., & Zikra. (2024). Pteridophyta Yang Terdapat Pada Kawasan Air Terjun Tansi Ampek Dan Alirannya Di Kabupaten Solok Selatan Di Sumbangsihkan Sebagai Herbarium. 01(03), 168–174.

Febriyani, E., Jannah, H., & Sukerti, G. N. A. (2022). Identifikasi Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Air Terjun Mangku Sakti Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Biologi (JIB), 10(1), 47-56

Katili, A. S. (2013). Deskripsipolapenyebaran dan faktorbioekologistumbuhanpaku (Pteridophyta) di kawasanCagar Alam GunungAmbang Sub Kawasan KabupatenBolaangMongondow Timur. JurnalSainstek, 7(2), 69–73.

Nasution, J., & Riyanto, R. (2021). The existence of Genus Selaginella in Gunung Sibuatan Area, The Nagalingga's Village of Karo District, North of Sumatera|| Keberadaan Selaginella di Kawasan Gunung Sibuatan Desa Nagalingga Kecamatan Merek kabupaten Karo Sumatera Utara. Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus, 7(2), 264-271.

Pramudita, I., Triyanti, M., & Wardianti, Y. (2021). Keanekaragaman Tumbuhan Paku di Bukit Botak Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Jurnal Biosilampari: Jurnal Biologi, 4(1), 19-25

Pranita, S. S., Casmudi, & Kurniawan, A. (2017). Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Air Terjun Curug Lawe Benowo Ungaran Barat. Life Science, 6(2), 64-73.

Riastuti, D. R., Sepriyaningsih, & Ernawati, D. (2018). Identifikasi Pteridophyta di kawasan Danau Aur Kabupaten Musi Rawas. Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (BIOEDUSAINS), 1(1), 52–70. https://doi.org/10.31539/bioedusains.v1i1.253

Rizki. 2011. Sistematika Tumbuhan. Rios Multicipta.Padang

Smith, A. R., & Salino, A. (2011). New combinations and taxonomic notes in Neotropical Thelypteridaceae. American Fern Journal, 101(2), 77–94.

Tamba, A. M. (2019). Inventarisasi Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Objek Wisata Bukik Baka Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam [Skripsi, Universitas Negeri Padang]. Repository UNP.

Downloads

Published

2026-03-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

PTERIDOPHYTA YANG DITEMUKAN DI BUKIK BAKA KAMANG MAGEK KABUPATEN AGAM. (2026). Binomial: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 103-109. https://doi.org/10.46918/bn.v9i1.3188