Pembelajaran Kearifan Lokal

  • Kaimuddin Kaimuddin LEPASSS
Keywords: Kearifan Lokal, Pembelajaran, Pendidikan

Abstract

Kearifan lokal atau sering disebut local wisdom dapat dipahami usaha manusia dapat dipahami sebagai usaha manusia dengan menggunakan akal budinya (kognisi) untuk bertindak dan bersikap terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi dalam ruang tertentu.

Pendidikan berbasis kearifan lokal adalah pendidikan yang mengajarkan peserta didik untuk selalu lekat dengan situasi konkret yang mereka hadapi. Pendidikan bebasis kearifan lokal sebenarnya adalah bentuk refleksi dan realisasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu pasal 17 ayat 1 yang menjelaskan bahwa kurikilum tingkat satuan pendidikan SD-SMA, atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, sosial budaya, dan peserta didik.

Penguatan metode pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat dimulai dari optimalisasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal misal melalui pembelajaran sastra daerah. Penekanan Afektif pada Kurikulum 2013 serta pembelajaran yang tematik integratif akan sangat memberi dukungan pada pendidikan karakter dalam pembelajaran. Pembelajaran yang bersifat praktik terpadu dan kontekstual dapat memberi sumbangsih dalam menangkap isu-isu kearifan lokal dalam kebudayaan. Pengangkatan terhadap kearifan lokal daerah perlu diakomodatif, terlebih jika melihat sastra daerah di bangsa yang multikulutur seperti Indonesia harus digali kembali. Pembelajaran sastra berbasis pembelajaran kontekstual sangat relevan untuk diterapkan.

References

Ansory, Nasruddin. 2008. Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya Jawa. Jakarta: Yayasan Obor.

Dahana, Radhar Panca. 2012. Generasi Digital. Kompas. Edisi Minggu, 28 November.

Dewan Kebudayaan. 2004. Golong-Gilig Manunggaling Kawula-Gusti dalam Pembangunan Berkelanjutan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dinas Kebudayaan Provinsi DIY. 2007. Penyusunan Kebijakan tentang Kebudayaan Lokal dan Daerah melalui Penyusunan Kajian Tata Nilai Budaya Daerah Yogyakarta. Yogyakarta: Dinas Kebudayaan.

Geertz, Clifford. 1973. The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books, Inc., Publishers.

Idi, Abdullah. 2013. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kaimuddin Mabbaco.2012.Kearifan Budaya Lokal. Jakarta :Pustaka Press Djakarta.

Koentjaraningarat. 1984. Kebudayaan, mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: PT. Gramedia.

Koentjaraningarat. 1987. Sejarah Teori Antropologi 1. Jakarta: UI Press.

Padmanugraha, A.S. 2010. Common Sense Outlook on Local Wisdom and Identity: A Contemporary Javanese Natives Experience. Paper Presented in International Conference on Local Wisdom for Character Building, Yogyakarta.

Ridwan, Norma. 2007. Landasan Keilmuan Kearifan Lokal. Makalah dalam Jurnal Studi Islam dan Budaya Ibda’.Vol. 5. No. 1. Jan—Jun 2007. Hlm. 27-38.

Rif’an, Ali dkk.. 2012. Indonesia Hari Esok. Purwokerto: STAIN Press.

Suastra, I. Wayan. Model pembelajaran sains berbasis budaya lokal untuk mengembangkan kompetensi dasar sains dan nilai kearifan lokal di SMP. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran 43.2 (2010): 8-16.

Sutarno. (2008). Pendidikan Multikultural. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas.

Published
2019-12-01
How to Cite
Kaimuddin, K. (2019). Pembelajaran Kearifan Lokal. PROSIDING Seminar Nasional FKIP Universitas Muslim Maros, 1, 73-80. Retrieved from http://ejournals.umma.ac.id/index.php/prosiding/article/view/356